Bijak Gunakan Handphone dalam Dunia Pendidikan

  • 31 Mei 2025 12:57 WIB
  •  Palu

KBRN, Palu:Di era digital yang berkembang cepat ini, handphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Hampir setiap pelajar kini memiliki perangkat ini, dan penggunaannya terus menjadi perdebatan: apakah handphone menjadi alat bantu pembelajaran yang efektif, atau justru menimbulkan gangguan serius dalam proses belajar?

Di satu sisi, handphone memang menghadirkan banyak kemudahan. Akses ke internet memungkinkan siswa menggali pengetahuan lebih luas melalui berbagai platform edukatif, mulai dari video pembelajaran, e-book, hingga aplikasi latihan soal. Di masa pandemi, handphone bahkan menjadi sarana utama yang memungkinkan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung secara daring. Tak bisa dipungkiri, teknologi ini berperan penting dalam mendorong kemandirian belajar dan konektivitas global.

Namun, di sisi lain, ancaman dari penyalahgunaan handphone juga tidak bisa diabaikan. Pelajar bisa teralihkan oleh game online, media sosial, hingga konten hiburan yang tak mendidik. Tanpa pengawasan dan bimbingan yang tepat, handphone bisa menjadi sumber gangguan utama yang menurunkan fokus, produktivitas, bahkan mengganggu kesehatan mental dan hubungan sosial anak.

Opick, seorang aktivis pendidikan dan penulis buku pengembangan diri, memberikan pandangannya, kepada RRI “Teknologi adalah alat. Ia netral. Tapi manusia yang menggunakannya bisa membuatnya menjadi berkah atau musibah. Handphone bisa menjadi jendela ilmu, tapi juga bisa menjadi penjara waktu. Kuncinya ada pada pendampingan, nilai yang ditanamkan sejak dini, dan keteladanan dari orang tua serta guru.”

Lebih lanjut, Opick menekankan bahwa pendidikan karakter dan literasi digital harus berjalan seiring. Pelajar perlu dibekali bukan hanya dengan pengetahuan teknis, tetapi juga kesadaran akan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

Maka, solusinya bukan sekadar membatasi, melainkan mengajarkan kebijaksanaan dalam penggunaan. Sekolah dan keluarga perlu bersinergi dalam menciptakan budaya digital yang sehat dan mendukung proses tumbuh kembang anak.

Kesimpulannya, handphone bisa menjadi alat bantu yang luar biasa dalam pendidikan modern — asalkan digunakan secara cerdas, bertanggung jawab, dan dalam bingkai nilai yang kuat. Pertanyaannya kini bukan sekadar "perlu atau tidak", melainkan "siapkah kita membimbing generasi muda agar menjadi pengguna teknologi yang bijak dan beretika (AL)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....