Cara Ampuh Lindungi Diri dari Penipuan Berbasis Klik

  • 19 Mar 2025 21:47 WIB
  •  Palu

KBRN, Palu: Di era digital yang semakin maju, kejahatan siber juga berkembang dengan berbagai modus baru. Salah satu metode yang marak digunakan adalah teknik berbasis tombol sekali 'klik'.

Dengan ini, penipu dapat mencuri data pribadi, informasi perbankan, hingga mengambil alih akun korban. Melansir milenialis, berikut cara melindungi diri dari ancaman ini.

1. Kenali Ciri-ciri Tautan Mencurigakan

Banyak penipuan berbasis ‘klik’ dimulai dari tautan yang dikirim melalui pesan teks, email, atau media sosial. Tautan tersebut sering kali terlihat mirip dengan situs resmi, namun sebenarnya merupakan situs palsu (phishing) yang dirancang untuk mencuri informasi.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai, antara lain alamat URL yang tidak sesuai, dan kesalahan ejaan atau tata bahasa. Termasuk, tuntutan untuk segera mengklik tautan dengan alasan tertentu, seperti hadiah atau ancaman pemblokiran akun.

2. Jangan Sembarangan Meng-klik tautan

Saat menerima tautan yang mencurigakan, jangan langsung mengkliknya. Periksa dengan cara mengarahkan kursor ke tautan tanpa mengklik untuk melihat alamat sebenarnya.

Kemudian, pastikan situs memiliki protokol keamanan HTTPS, bukan HTTP saja dan jika tautan berasal dari pengirim yang tidak dikenal atau mencurigakan, abaikan dan hapus pesan tersebut.

3. Gunakan Perlindungan

Meningkatkan keamanan digital dapat membantu menghindari penipuan berbasis ‘klik’. Beberapa langkah yang bisa dilakukan, antara lain mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) pada akun penting.

Kemudian, gunakan antivirus dan perbarui perangkat lunak secara berkala dan pasanglah ekstensi peramban yang dapat mendeteksi situs phishing.

4. Waspada Terhadap Tawaran Menggiurkan

Penipu sering kali memanfaatkan tawaran menarik untuk memancing korban. Jika menerima pesan yang menjanjikan hadiah besar tanpa alasan jelas, sebaiknya lakukan verifikasi terlebih dahulu.

5. Laporkan dan Edukasi

Jika menemukan tautan mencurigakan atau telah menjadi korban, segera laporkan kepada pihak berwenang. Selain itu, edukasikan keluarga dan teman-teman mengenai bahaya penipuan ini agar semakin banyak orang yang lebih waspada. (UKJ)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....