Berkurban Bukan Sekadar Tradisi, Tapi Ibadah Hati

  • 31 Mei 2025 11:33 WIB
  •  Palu

KBRN, Palu: Ibadah kurban merupakan salah satu bentuk pengabdian dan kepatuhan seorang hamba kepada Allah SWT. Dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik setelahnya, kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan semata, tetapi juga menyimpan berbagai manfaat spiritual, sosial, dan moral yang mendalam bagi individu maupun masyarakat.

1. Wujud Ketakwaan dan Ketaatan kepada Allah

Manfaat paling utama dari berkurban adalah sebagai tanda ketaatan kepada perintah Allah SWT, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Allah tidak melihat seberapa besar atau mahal hewan yang dikurbankan, tetapi melihat keikhlasan dan ketakwaan dari hati orang yang berkurban.

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”(QS. Al-Hajj: 37)

2. Membersihkan Harta dan Jiwa

Kurban juga menjadi sarana untuk membersihkan harta dari sifat kikir dan cinta dunia. Ketika seseorang rela menyisihkan sebagian hartanya untuk membeli hewan kurban dan membaginya kepada yang membutuhkan, saat itulah ia melatih diri untuk menjadi pribadi yang lebih dermawan dan ikhlas.

3. Menumbuhkan Kepedulian Sosial

Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan kaum dhuafa. Ini memberikan kebahagiaan dan rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Kurban menjadi momen untuk menguatkan tali silaturahmi, saling berbagi, dan menunjukkan bahwa Islam sangat peduli terhadap nilai-nilai sosial.

4. Meningkatkan Rasa Syukur dan Empati

Bagi orang yang berkurban, momen ini mengajarkan pentingnya mensyukuri nikmat rezeki yang telah diberikan Allah. Di saat yang sama, ia juga belajar untuk merasakan penderitaan orang lain yang jarang menikmati daging atau hidup berkecukupan.

“Kurban bukan hanya urusan menyembelih. Ini ibadah hati. Kita belajar ikhlas, belajar melepas, dan belajar berbagi. Banyak orang berpikir kurban hanya soal tradisi tahunan, padahal sebenarnya ia adalah proses penyucian jiwa.” Ujar Ustadz yanwar Bersama RRI, Jum'at 30/5/2025.

“Di Tambahakan Ustad Yanwa Dalam kondisi masyarakat yang makin individualis, kurban adalah momen yang mengembalikan semangat kebersamaan. Kita melihat tetangga tersenyum menerima daging, anak-anak bergembira, dan keluarga berkumpul. Itu semua bagian dari berkah kurban.”

Ibadah kurban adalah simbol totalitas penghambaan kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima daging, tetapi juga memberi dampak besar bagi yang melaksanakannya dalam bentuk keberkahan harta, kebersihan jiwa, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Maka dari itu, mari kita niatkan kurban bukan sekadar sebagai rutinitas tahunan, melainkan sebagai ibadah hati yang penuh makna. (AL)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....