Tata Cara dan Larangan Bagi Calon Pekurban Muslim

  • 31 Mei 2025 10:15 WIB
  •  Palu

KBRN, Palu: Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam yang hendak melaksanakan ibadah kurban dianjurkan untuk mempersiapkan diri, baik secara finansial, spiritual, maupun fisik. Salah satu hal penting yang kerap menjadi pertanyaan adalah larangan memotong rambut dan kuku bagi orang yang akan berkurban, terutama sejak awal bulan Dzulhijjah hingga hewan kurban disembelih.

Larangan Memotong Rambut dan Kuku

Rasulullah SAW bersabda:"Apabila telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan salah satu di antara kalian ingin berkurban, maka janganlah dia memotong rambut dan kukunya sedikit pun hingga ia menyembelih kurbannya."(HR. Muslim)

Dari hadis ini, para ulama memahami bahwa seseorang yang berniat berkurban dilarang memotong kuku, rambut, atau bulu di tubuhnya mulai dari tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan kurbannya disembelih pada hari Idul Adha atau hari-hari tasyrik berikutnya.

Tujuan dan Hikmah Larangan

Larangan ini bukan tanpa makna. Menurut para ulama, hikmah dari larangan ini antara lain:

  • Menunjukkan kesungguhan dan niat penuh dalam berkurban.

  • Menghidupkan semangat mengikuti sunnah Nabi.

  • Menyimbolkan penyerahan diri secara total kepada Allah, mirip dengan kondisi jamaah haji yang sedang berihram.

Meskipun larangan ini dianjurkan, mayoritas ulama (seperti dari mazhab Syafi'i dan Hanafi) menyebutkan bahwa larangan ini tidak sampai berdosa jika dilanggar, hanya saja dianjurkan untuk ditaati sebagai bentuk penghormatan terhadap ibadah kurban.

Salah satu ustadz muda yang aktif berdakwah di Masjid Agung Baiturrahim, Lolu, Palu. Beliau menatakan:“Larangan memotong kuku dan rambut bagi orang yang hendak berkurban adalah bentuk adab kepada Allah. Ini seperti orang yang sedang berihram, menjaga fisiknya dalam rangka menyempurnakan ibadah. Meski tidak wajib, tapi ini sunnah yang sangat dianjurkan. Jika kita serius ingin berkurban, maka semestinya kita menghormati prosesnya sejak awal Dzulhijjah.”

Lebih lanjut Yanwar mengatakan: “Kadang-kadang hal yang kecil dianggap sepele, padahal bisa menjadi bagian dari kesempurnaan ibadah. Jadi kalau kita mampu menahan diri dari memotong kuku atau rambut selama beberapa hari, itu menunjukkan bahwa niat kita berkurban betul-betul ikhlas dan bersungguh-sungguh.”

Menjelang Idul Adha, penting bagi umat Islam untuk tidak hanya mempersiapkan hewan kurban secara materi, tetapi juga mempersiapkan diri secara spiritual. Menahan diri dari memotong rambut dan kuku bagi yang berniat berkurban adalah salah satu bentuk ketaatan dan penghormatan terhadap ibadah ini. Semoga ibadah kurban kita diterima oleh Allah SWT dan menjadi wasilah keberkahan di dunia dan akhirat. (AL)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....