Menulis Jadi Terapi Kesehatan Mental Anak Muda Kota Palu

  • 25 Jul 2026 15:46 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Penulis muda asal Kota Palu, Zaskia Tamara atau Zaskia Z, membagikan pengalaman menjadikan aktivitas menulis sebagai sarana pemulihan kesehatan mental sekaligus media untuk mendorong tumbuhnya budaya literasi di kalangan generasi muda.

Perjalanan Zaskia merambah dunia kepenulisan bermula dari momen kritis pada tahun 2020 lalu, ketika gejolak pandemi COVID-19 menciptakan tekanan psikologis yang sangat berat hingga membuatnya sempat merasa jenuh dan enggan melanjutkan pendidikannya. Tekanan batin akibat isolasi fisik dan ketidakpastian kondisi kala itu mendorongnya untuk berkonsultasi secara intensif kepada tenaga profesional medis psikiater.

Dalam proses terapi medis tersebut, sang psikiater merekomendasikan sebuah teknik penguraian emosi melalui tulisan jurnal (journaling). Kebiasaan terapi harian tersebut secara konsisten menghasilkan rata-rata satu buku diari utuh setiap bulannya.

"Waktu 2020 sempat down dan tidak mau sekolah lagi saat lockdown. Terus dibawa ke psikiater dan diterapi, salah satu terapinya adalah menulis untuk menguraikan apa yang ada di pikiran," ujar Zaskia saat menjadi narasumber di program Sore Ceria di RRI Pro 2 Palu.

Tak disangka, susunan kalimat serta gaya penceritaan yang ia tuangkan mendapat apresiasi dan pujian hangat dari para guru di sekolahnya. Apresiasi positif itulah yang membuka kesadarannya bahwa tulisan yang awalnya sekadar penyembuhan emosional personal ternyata memiliki potensi estetik dan nilai kebahasaan yang tinggi.

Langkah berani pun diambil pada tahun 2021 saat ia memberanikan diri mengirimkan karya cerita pendek (cerpen) pertamanya ke media penerbitan digital Detak Pustaka hingga berhasil terpilih. Berawal dari metode pemulihan jiwa, menulis kini resmi menjadi profesi dan ruang ekspresi yang amat bermakna bagi perjalanan hidupnya.

"Dari membaca dan menulis terapi itu, aku jadi sadar ternyata menyenangkan. Guru-guru juga memuji tulisan perjalanan lomba matematika itu bagus. Akhirnya dari situ mulai memberanikan diri mengirim tulisan ke media," imbuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....