Kawan Pena Penulis Dorong Penulis Muda Berkarya dan Bangun Literasi Daerah

  • 30 Jun 2026 09:39 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Komunitas Kawan Pena Penulis mengajak generasi muda untuk berani memulai perjalanan sebagai penulis dengan memanfaatkan berbagai platform digital yang kini semakin mudah diakses. Di tengah pesatnya perkembangan media digital, komunitas tersebut menilai setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memperkenalkan karya kepada publik tanpa harus menunggu diterbitkan oleh penerbit besar.

Tim Redaksi Creative Writing Kawan Pena Penulis, Zaskia Tsamara, mengatakan banyak calon penulis sebenarnya memiliki kemampuan yang baik, namun masih ragu mempublikasikan tulisannya karena merasa belum sempurna.

"Jangan menunggu tulisan menjadi sempurna baru dipublikasikan. Mulailah dari media sosial atau platform digital yang ada, karena dari sanalah kita bisa belajar, mendapatkan masukan, dan terus berkembang sebagai penulis," ujarnya saat menjadi narasumber dalam program Jaga Malam RRI Pro 2 Palu.

Sementara itu, Inisiator Kawan Pena Penulis, Mega Dinda, menjelaskan bahwa ide tulisan sebenarnya dapat ditemukan dari berbagai persoalan sederhana di sekitar. Untuk penulisan artikel maupun content writing, ia sering memanfaatkan isu yang sedang berkembang melalui Google Trends serta berbagai pertanyaan yang banyak dicari masyarakat.

"Kalau ingin konsisten menulis, kita harus membiasakan diri peka terhadap lingkungan sekitar. Ide tidak selalu datang dari sesuatu yang besar, tetapi justru dari persoalan sehari-hari yang dekat dengan kehidupan pembaca," kata Mega.

Selain aktif memberikan edukasi mengenai dunia kepenulisan, Kawan Pena Penulis juga rutin menggelar webinar, diskusi daring, hingga proyek penulisan antologi bersama sebagai wadah bagi anggotanya untuk menghasilkan karya sekaligus membangun portofolio.

Di balik berbagai kegiatan tersebut, para pengurus juga memiliki harapan besar terhadap perkembangan literasi di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah. Mega mengaku ingin terus mengembangkan kapasitas dirinya dengan menulis di berbagai media nasional sebagai bentuk tantangan untuk keluar dari zona nyaman.

"Saya ingin terus belajar dan mencoba menulis di media-media yang lebih besar. Pengalaman itu nantinya ingin saya bagikan kembali kepada teman-teman di komunitas agar kami bisa tumbuh bersama," ujarnya.

Sementara itu, Zaskia yang telah menerbitkan tiga buku solo menyimpan mimpi membangun sebuah penerbit di Kota Palu. Menurutnya, masih banyak penulis muda berbakat di daerah yang membutuhkan ruang untuk menerbitkan karya mereka.

"Harapan terbesar saya adalah suatu saat bisa mendirikan penerbit di Kota Palu, sehingga karya-karya penulis lokal memiliki wadah untuk diterbitkan dan dikenal lebih luas,"tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....