Tak Takut Diganti AI, Seniman Tato Palu Sebut Mural Kian Naik Daun

  • 25 Jun 2026 10:48 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu — Masifnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di sektor desain grafis sempat memicu kekhawatiran akan matinya mata pencaharian para pelaku seni rupa konvensional. Namun, bagi para pelaku industri kreatif di Kota Palu, kehadiran teknologi canggih tersebut justru dipandang sebagai peluang kolaborasi yang menjanjikan.

Tantangan zaman dan masa depan seni jalanan di tengah gempuran digitalisasi menjadi salah satu topik hangat yang diulas dalam program Jaga Malam RRI Pro 2 Palu. Para seniman lokal yang tergabung dalam ekosistem Palu Mural Festival justru melihat tren industri kreatif saat ini sedang berada di masa keemasannya.

Salah satu pelaku industri kreatif yang juga berprofesi sebagai seniman tato di Palu, Arista Maria Simatupang atau yang akrab disapa Butet, membagikan pandangannya. Menurut Butet, ada satu aspek mendasar dari seni mural dan tato yang tidak akan pernah bisa direplikasi atau digantikan oleh algoritma komputer secanggih apa pun.

Aspek tersebut adalah proses eksekusi fisik dan ketangkasan buatan tangan (handcraft) secara langsung di atas media nyata, baik itu di atas kulit manusia maupun permukaan dinding yang masif. Kompleksitas tekstur medan dan nilai rasa saat menggoreskan warna tetap memerlukan insting murni seorang seniman.

"Saat kami mengalami kebuntuan ide atau mental block, kita bisa memasukkan kata kunci ke AI untuk mencari referensi visual atau alternatif komposisi warna baru yang kemudian kami modifikasi secara manual," urai Butet.

Ia menambahkan bahwa pasar industri kreatif di Sulawesi Tengah saat ini sedang mengalami pertumbuhan yang sangat positif dan dinamis. Kebutuhan visual untuk estetika interior bangunan komersial, pakaian, hingga dekorasi khusus membuat keahlian menggambar manual semakin dicari dan bernilai ekonomi tinggi.

Ia berpesan kepada generasi muda Palu yang memiliki bakat menggambar agar tidak ragu untuk menekuni bidang ini secara profesional. Penguasaan teknologi digital dan konsistensi mengasah keterampilan fisik di lapangan akan menjadi kombinasi sempurna untuk bersaing di industri masa depan.

"Kuncinya adalah terus belajar, jangan takut bereksperimen dengan teknologi baru, dan selalu jaga keunikan karakter karya kita," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....