Diary, Makna bagi Pribadi Setiap Orang

  • 31 Jul 2025 15:32 WIB
  •  Palu

KBRN, Palu: Setiap sore selepas pulang sekolah, Veren selalu menyempatkan diri membuka buku harian (diary) yang berwarna Coklat dengan kunci kecil di samping. Buku itu menjadi saksi bisu berbagai rasa yang sulit ia ungkapkan kepada orang lain.

Bagi remaja berusia 15 tahun ini, menulis di buku harian bukan sekadar kegiatan mengisi waktu luang. Itu adalah cara istimewa Veren untuk berdialog dengan dirinya sendiri, menceritakan kegembiraan, rasa takut, hingga kekecewaan yang ia rasakan sepanjang hari.

“Kalau ada yang bikin kesal, sedih, atau senang banget, aku tulis di situ,” ujar Veren sambil tersenyum.

Ia mengatakan, mulai menulis diary sejak duduk di bangku kelas enam Sekolah Dasar. Awalnya, ia hanya mencatat kejadian penting seperti nilai ulangan bagus atau kegiatan jalan-jalan bersama keluarga.

Namun seiring bertambahnya usia, diary itu berubah menjadi sahabat setia yang tahu segalanya tentang dirinya.

“Kadang susah cerita sama teman atau orang tua karena malu atau takut salah dimengerti,” ucap Veren.

Menariknya, ia juga sering menambahkan gambar, stiker, dan kutipan motivasi di halaman diary-nya. Bagi Veren, menghias diary menjadi salah satu cara membuat kegiatan menulis lebih menyenangkan.

“Seru kalau baca lagi di kemudian hari, jadi ingat apa saja yang pernah aku rasain,” kata siswi kelas X SMA itu.

Lewat buku harian, Veren tak hanya menulis kata-kata, namun menenun perasaan, merawat luka, dan menegaskan bahwa ia memiliki ruang aman untuk bercerita. (ID)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....