Berawal dari Koleksi Keluarga, Kebaya Disulap Jadi Peluang Usaha
- 22 Agt 2026 19:24 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Berawal dari banyaknya koleksi kebaya yang menumpuk di rumah, Athiyah Putri Syifarani, pemilik KBYA Studio, menemukan ide kreatif untuk mengubah pakaian yang sebelumnya hanya tersimpan menjadi peluang usaha. Kebaya-kebaya tersebut merupakan koleksi pribadi milik Athiyah, ibunya, hingga anggota keluarganya yang selama ini digunakan untuk menghadiri berbagai acara, terutama pernikahan dan kegiatan formal.
Ide tersebut muncul karena kebiasaan keluarga yang hampir setiap menghadiri acara pernikahan membuat pakaian seragam baru. Seiring berjalannya waktu, kebaya dan pakaian tersebut semakin bertambah hingga memenuhi lemari dan jarang kembali digunakan. Melihat kondisi itu, Athiyah kemudian berpikir bahwa pakaian yang hanya tersimpan di rumah sebenarnya masih memiliki nilai dan dapat dimanfaatkan oleh orang lain.
“Awalnya saya melihat kebaya di rumah itu banyak sekali. Setiap ada acara nikahan, keluarga biasanya membuat pakaian seragam baru. Lama-lama sudah bertumpuk dan banyak yang hanya disimpan. Dari situ saya berpikir, daripada hanya ada di lemari, lebih baik disewakan supaya bisa dipakai kembali,” ujar Athiyah dalam program Santai Siang Muda Kretaif Programa Dua RRI Palu.
Ia menilai menyewakan kebaya juga menjadi salah satu upaya sederhana untuk memperpanjang usia pakai pakaian dan mengurangi potensi limbah tekstil. Dengan konsep berbagi pakai, satu pakaian dapat digunakan berkali-kali oleh orang yang berbeda sehingga masyarakat tidak harus selalu membeli atau membuat pakaian baru untuk setiap acara. Konsep tersebut sekaligus mengajak masyarakat untuk mulai mempertimbangkan penggunaan fashion secara lebih bijak.
Untuk harga sewanya, KBYA Studio menawarkan kebaya dengan tarif yang cukup beragam, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp500 ribu. Besaran harga tersebut disesuaikan dengan jenis dan kualitas bahan yang digunakan pada masing-masing kebaya. Pilihan tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin tampil menarik menggunakan kebaya tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli atau membuat pakaian baru.
Athiyah mengatakan bahwa dirinya ingin KBYA Studio tidak hanya menjadi tempat menyewa pakaian, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan kecil untuk memperpanjang usia pakai busana.
“Saya ingin pakaian yang ada di rumah tidak berhenti sebagai koleksi pribadi saja. Kalau masih bagus dan bisa digunakan, kenapa tidak dipakai orang lain,? ” tuturnya.
KBYA Studio yang berada di kawasan BTN Kelapa Gading, Kota Palu, kini melayani penyewaan kebaya bagi masyarakat di Kota Palu. Berawal dari kebaya milik keluarga yang menumpuk di rumah, Athiyah berhasil mengubahnya menjadi peluang usaha sekaligus membawa pesan tentang pentingnya menggunakan kembali pakaian yang masih layak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....