Sanggar Tari Jadi Wadah Kreativitas Anak Muda

  • 13 Agt 2026 14:51 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu — Seni tari menjadi salah satu ruang bagi anak muda untuk mengembangkan bakat sekaligus membentuk karakter. Hal tersebut dilakukan para anggota Sanggar Seni Banua Tari Kabasara yang terus mengasah kemampuan melalui latihan rutin dan berbagai kegiatan seni.

Bagi para penari muda, proses latihan tidak selalu mudah. Mereka harus meluangkan waktu, menjaga konsistensi, serta menjalani latihan secara berulang untuk mempersiapkan diri mengikuti perlombaan maupun berbagai kegiatan seni. Setiap gerakan harus dilakukan dengan penuh ketelitian agar mampu menghasilkan penampilan yang maksimal dan tetap menjaga kekompakan saat berada di atas panggung.

Salah satu anggota Sanggar Seni Banua Tari Kabasara, Cahaya Suci, mengatakan latihan tari mengajarkannya untuk tidak mudah menyerah. Menurutnya, menjadi seorang penari membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar.

“Dalam latihan kita pasti pernah melakukan kesalahan. Dari kesalahan itu kita belajar untuk memperbaiki diri dan tidak mudah menyerah. Menjadi penari itu harus sabar dan mau terus belajar supaya kemampuan kita bisa semakin baik,” ujar Cahaya Suci.

Menurut Cahaya, proses panjang dalam latihan juga menjadi pengalaman penting ketika mengikuti perlombaan. Setiap kekurangan yang ditemukan selama latihan menjadi bahan evaluasi agar penampilan berikutnya dapat dilakukan dengan lebih baik.

Hal senada disampaikan Rezki Amaliah Putri. Ia menilai, bergabung dengan sanggar tidak hanya memberinya kesempatan untuk belajar teknik dan gerakan tari, tetapi juga memberikan pengalaman dalam membangun kerja sama dengan anggota lainnya.

“Di sanggar saya tidak hanya belajar menari, tetapi juga belajar bekerja sama dengan teman-teman. Kekompakan itu sangat penting, karena dalam sebuah penampilan kita tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan sendiri. Semua harus bisa bergerak dan tampil sebagai satu kesatuan,” kata Rezki Amaliah Putri.

Rezki menambahkan, pengalaman mengikuti latihan dan berbagai kegiatan seni membuat dirinya semakin memahami pentingnya komunikasi dan kekompakan dalam sebuah tim. Menurutnya, setiap anggota memiliki peran yang saling mendukung untuk menghasilkan penampilan yang baik.

Sementara itu, Moh. Fadil mengungkapkan bahwa kegiatan di sanggar tidak hanya membentuk kemampuan dalam bidang seni, tetapi juga memberikan pembelajaran mengenai nilai-nilai kehidupan. Kedisiplinan, kerja keras, tanggung jawab, serta sikap atau attitude yang baik menjadi bagian yang terus ditanamkan selama mengikuti kegiatan sanggar.

“Menurut saya, latihan di sanggar bukan hanya soal bagaimana kita bisa menari dengan baik. Di sini kita juga diajarkan disiplin, kerja keras, tanggung jawab, dan bagaimana memiliki attitude yang baik. Nilai-nilai itu nantinya bisa menjadi bekal ketika kita menghadapi kehidupan di luar dunia seni,” ungkap Moh. Fadil.

Ketiga anggota Sanggar Seni Banua Tari Kabasara tersebut menyampaikan pengalaman dan pandangan mereka saat hadir dalam program Sore Ceria: Penguatan Peran Pemuda di Programa 2 RRI Palu. Mereka berbagi cerita mengenai proses latihan, pengalaman mengikuti perlombaan, hingga bagaimana dunia tari memberikan ruang bagi mereka untuk berani tampil dan mengembangkan potensi diri.

Keberadaan Sanggar Seni Banua Tari Kabasara menjadi salah satu wadah positif bagi anak muda untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang seni. Melalui latihan yang konsisten serta berbagai pengalaman tampil dan mengikuti perlombaan, para penari muda tidak hanya semakin terampil dalam menari, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang disiplin, pekerja keras, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan memiliki attitude yang baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....