Avengers: Doomsday Catat Prajual Tiket Presale 16,5 Juta Dolar dalam Sehari
- 24 Jul 2026 14:10 WIB
- Palu
Poin Utama
- Avengers: Doomsday mencatat penjualan tiket prajual sebesar US$16,5 juta dalam satu hari setelah tiket mulai dijual.
- Angka tersebut menjadi sinyal kuat tingginya antusiasme penonton terhadap kembalinya film Avengers berskala besar.
- Film ini menjadi proyek crossover Avengers pertama sejak kesuksesan besar Avengers: Endgame (2019).
- Robert Downey Jr. kembali ke dunia Marvel dengan peran baru sebagai villain Doctor Doom.
- Marvel menghadapi tantangan karena film ini tidak akan tayang di IMAX selama tiga minggu pertama akibat jadwal eksklusif Dune: Part III.
RRI.CO.ID, Palu – Film terbaru Marvel Studios, Avengers: Doomsday, menunjukkan respons awal yang kuat menjelang perilisan globalnya pada Desember mendatang. Mengutip Hypebeast, film tersebut berhasil mencatat penjualan tiket prajual sebesar US$16,5 juta hanya dalam satu hari setelah tiket resmi tersedia untuk publik.
Penjualan tiket tersebut dibuka Disney bersamaan dengan perilisan trailer resmi pertama Avengers: Doomsday. Capaian awal ini menjadi indikasi minat terhadap film superhero berskala besar masih tetap tinggi, meskipun dalam beberapa tahun terakhir menghadapi perdebatan terkait kejenuhan pasar.
Menurut laporan Hypebeast, angka prajual tersebut berasal dari pemutaran format premium di sekitar 1.000 bioskop domestik. Jumlah tersebut masih menjadi bagian kecil dari total lebih dari 4.000 layar di Amerika Utara yang diperkirakan akan menayangkan film ini saat resmi dirilis pada akhir pekan 18 Desember.
Performa awal Avengers: Doomsday juga menjadi sorotan, karena penjualannya mencapai sekitar dua kali lipat dibandingkan capaian prajual hari pertama Deadpool & Wolverine pada 2024. Sejumlah jadwal pemutaran premium untuk hari-hari awal perilisan bahkan dilaporkan mulai mengalami peningkatan permintaan, sehingga beberapa jaringan bioskop menambah jadwal tayang menjelang periode libur Natal.
Namun, perjalanan film ini menuju box office tidak sepenuhnya tanpa tantangan. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah absennya format IMAX, selama tiga minggu pertama penayangan karena jaringan tersebut telah memberikan akses eksklusif kepada Dune: Part III.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat film-film besar Marvel sebelumnya banyak memperoleh pendapatan signifikan dari pemutaran format premium tersebut.
Untuk menghadapi situasi itu, Disney memperkenalkan program Infinity Vision, sebuah sertifikasi standar teknis bagi bioskop yang bertujuan memastikan kualitas pengalaman menonton tetap berada pada tingkat premium. Program tersebut bukan teknologi proyeksi baru, melainkan standar khusus bagi bioskop yang memenuhi persyaratan teknis tertentu.
Avengers: Doomsday juga menjadi proyek penting bagi Marvel Studios karena menjadi film crossover Avengers berskala besar pertama setelah Avengers: Endgame pada 2019. Film tersebut sebelumnya mencatat sejarah dengan pendapatan pembukaan domestik sebesar US$357 juta dan total pendapatan global lebih dari US$2,7 miliar.
Antusiasme terhadap film terbaru ini semakin meningkat dengan kembalinya Robert Downey Jr. ke dalam waralaba Marvel. Namun bukan sebagai Tony Stark atau Iron Man, melainkan memerankan karakter antagonis Doctor Doom yang menjadi salah satu daya tarik utama.
Meski angka prajual tiket belum dapat memastikan hasil akhir box office, capaian awal Avengers: Doomsday menunjukkan momentum positif bagi Marvel Studios. Film ini diprediksi menjadi salah satu rilisan terbesar tahun ini sekaligus menjadi ujian bagi studio tersebut untuk kembali mempertahankan pengaruhnya dalam industri perfilman global. (ERW)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....