Sanggar Seni Kalena Angkat Budaya lewat Pentas Kreatif

  • 18 Mei 2026 21:25 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Komunitas Sanggar Seni KALENA Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako hadir dalam program “Jaga Malam: Obrolan Komunitas” untuk membagikan cerita mengenai persiapan kegiatan tahunan mereka bertajuk PENA atau Pentas Seni Kalena. Dalam kesempatan tersebut, Denta Sofia Ramdani selaku Ketua Umum SSKALENA 2026 bersama Annisa Maryam sebagai Koordinator Kesenian SSKALENA 2026 menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini akan digelar pada 13 Juni dengan konsep yang berbeda dari tahun sebelumnya.

Denta Sofia Ramdani mengatakan bahwa PENA bukan sekadar pertunjukan seni biasa, tetapi menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan pesan sosial melalui karya kreatif. Ia menyebutkan bahwa Sanggar Seni KALENA terus berupaya menghadirkan pertunjukan yang dekat dengan realitas masyarakat dan mampu memberikan makna kepada penonton.

"Tema tahun ini dipilih setelah tim melakukan observasi langsung ke masyarakat,"ujarnya.

Keistimewaan Pentas Seni Kalena tahun ini terletak pada proses riset yang dilakukan di Desa Bangga, Kabupaten Sigi. Tim SSKALENA turun langsung untuk melakukan survei, berdialog dengan warga, serta menggali berbagai cerita yang kemudian diangkat menjadi konsep pertunjukan. Hasil riset tersebut nantinya akan dikemas dalam bentuk penampilan seni yang memadukan drama, musik, tari, dan visual panggung.

Annisa Maryam menjelaskan bahwa proses penggarapan pertunjukan dilakukan cukup panjang agar pesan yang ingin disampaikan benar-benar terasa. Ia mengatakan para anggota sanggar mencoba memahami kehidupan masyarakat Desa Bangga dari berbagai sisi, mulai dari budaya, kebiasaan sehari-hari, hingga dinamika sosial yang ada di lingkungan tersebut. Menurutnya, pendekatan itu membuat pertunjukan tahun ini terasa lebih emosional dan autentik.

“Pementasan tahun ini sangat spesial karena kami benar-benar membawa hasil survei dan riset lapangan ke atas panggung. Jadi cerita yang ditampilkan bukan sekadar imajinasi, tetapi lahir dari pengalaman dan cerita masyarakat Desa Bangga,” ujar Annisa.

Selain menjadi ajang kreativitas mahasiswa, kegiatan PENA juga diharapkan mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni pertunjukan lokal. Sanggar Seni KALENA ingin menunjukkan bahwa seni dapat menjadi media edukasi sekaligus ruang refleksi sosial bagi generasi muda. Antusiasme anggota sanggar pun terlihat dari persiapan intensif yang telah dilakukan menjelang hari pementasan.

Melalui kegiatan ini, Sanggar Seni KALENA Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako berharap masyarakat dapat menikmati pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pesan mendalam tentang kehidupan sosial di sekitar mereka. PENA 2026 diharapkan menjadi salah satu pertunjukan seni mahasiswa yang mampu meninggalkan kesan kuat bagi para penonton.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....