Perjalanan Langkah Jamaah menuju Ka’bah, Ada Ilmu yang Harus Lebih Dulu Dipahami
- 28 Mei 2026 13:20 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Di tengah suasana ibadah haji yang kini berlangsung di Tanah Suci, jutaan umat Islam dari berbagai negara memusatkan langkah menuju Ka’bah dengan harapan meraih haji mabrur. Namun di balik perjalanan spiritual tersebut, ada bekal penting yang dinilai tak boleh terabaikan, yakni ilmu tentang pelaksanaan ibadah haji itu sendiri.
Ustadz Fikri Bajaber dalam dialog program Mutiara Pagi Islami di RRI Pro 1 Palu menyampaikan banyak orang mempersiapkan biaya dan fisik untuk berhaji. Namun belum memahami secara mendalam tata cara ibadah yang akan dijalani di Tanah Suci.
“Modal seorang yang ingin berhaji yang paling utama yang harus dia siapkan yaitu ilmu agama,” ujarnya.
Saat jamaah melaksanakan tawaf mengelilingi Ka’bah, terdapat aturan yang kerap tidak disadari sebagian orang. Ia menjelaskan bahwa posisi Ka’bah harus tetap berada di sebelah kiri selama tawaf berlangsung.

“Tidak boleh membelakangi Ka’bah ketika tawaf. Kalau itu dilakukan, maka tawafnya harus diulangi dari tempat tersebut,” tambahnya.
Selain tawaf, jamaah juga diingatkan memahami larangan selama ihram, mulai dari penggunaan wewangian hingga menjaga perilaku dari perbuatan maksiat. Ia mengatakan seluruh rangkaian ibadah haji memiliki aturan dan hikmah yang perlu dipelajari sebelum keberangkatan.
“Haji itu bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan ibadah yang membutuhkan ilmu dan kesiapan hati,” tegasnya.
Pemahaman yang baik akan membantu jamaah menjalani ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk. Dengan bekal ilmu yang cukup, pelaksanaan haji diharapkan tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga membawa perubahan positif setelah kembali ke tanah air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....