Kisah Anak Muda di Palu Kuasai Bahasa Mandarin Secara Otodidak
- 21 Apr 2026 22:24 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Kemampuan berbahasa asing kini menjadi nilai tambah yang semakin dibutuhkan di dunia kerja. Di Kota Palu, seorang anak muda membuktikan bahwa bahasa Mandarin bisa dikuasai secara otodidak, bahkan membuka peluang penghasilan hingga dua digit.
Moh. Rizki, founder komunitas Mexyu Mandarin Study Club,berhasil menguasai bahasa Mandarin tanpa melalui jalur pendidikan formal. Berbekal tekad dan konsistensi, ia memulai proses belajar secara mandiri dari nol dengan memanfaatkan berbagai sumber seperti internet, aplikasi belajar, hingga menonton drama dan mendengarkan lagu Mandarin.
“Awalnya saya belajar sendiri karena tidak punya teman praktik. Jadi saya biasakan berbicara sendiri, menghafal kosakata setiap hari, dan meniru pelafalan dari film atau lagu,” ujar Rizki.
Perjalanan tersebut tidak mudah. Rizki mengaku harus belajar secara intens setiap hari, bahkan pernah menghabiskan waktu berjam-jam untuk menghafal kosakata dan melatih pelafalan. Namun, konsistensi tersebut membuahkan hasil ketika ia mulai berani mengambil peluang sebagai penerjemah.
Dengan kemampuan bahasa Mandarin yang dimilikinya, Rizki pernah bekerja sebagai translator di kawasan industri Morowali. Dari pekerjaan tersebut, ia mendapatkan penghasilan yang tergolong tinggi, bahkan mencapai dua digit per bulan.
“Sekarang banyak perusahaan yang butuh orang yang bisa bahasa Mandarin. Peluangnya besar, apalagi di sektor industri. Kalau kita punya kemampuan itu, kesempatan kerja jadi lebih terbuka,” tambahnya.
Berangkat dari pengalaman tersebut, Rizki kemudian mendirikan komunitas Mexyu Mandarin Study Club di Kota Palu sebagai wadah belajar bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin menguasai bahasa Mandarin. Komunitas ini terbuka untuk semua kalangan, termasuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Melalui komunitas ini, para anggota tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung seperti percakapan sehari-hari, penggunaan flashcard, hingga belajar melalui lagu dan media lainnya. Rizki berharap kehadiran Mexyu dapat membantu lebih banyak anak muda Palu memanfaatkan peluang di masa depan.
Kisah Rizki menjadi bukti bahwa keterbatasan latar belakang pendidikan bukan penghalang untuk berkembang. Dengan kemauan belajar dan ketekunan, bahasa Mandarin bukan hanya sekadar keterampilan, tetapi juga bisa menjadi jalan menuju peluang karier yang lebih menjanjikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....