Belajar dari Kegagalan, Dimsum Tusuk Fahry Kini Punya Dua Cabang
- 04 Okt 2026 06:28 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Bisnis Dimsum Tusuk menjadi salah satu usaha yang dikembangkan Fahry Budianton, S.M., dengan memanfaatkan peluang dari usaha yang sebelumnya telah memiliki pasar. Berawal dari penjual dimsum di depan Cozy Coffee, Fahri kemudian mengembangkan produk sendiri hingga bisnis tersebut kini memiliki dua cabang.
Fahry mengatakan, keputusan masuk ke bisnis dimsum bermula ketika penjual Dimsum Tusuk di depan rukonya tidak lagi berjualan dan menawarkan aset usahanya.
“Kita lihat secara nyata bahwa dia sering laku. Nah, kenapa tidak kalau tinggal dilanjutkan?” ujarnya.
Namun, langkah awal tersebut tidak langsung berjalan mulus. Produk yang dibuat Fahry bersama tim ternyata belum sesuai dengan ekspektasi pelanggan lama, sehingga penjualan sempat mengalami penurunan dan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki rasa, saus, hingga strategi branding.
Fahry kemudian melakukan riset dengan melibatkan pelanggan dan teman-teman yang sebelumnya mengenal produk dimsum tersebut. Hasil masukan itu digunakan untuk menyempurnakan produk, sementara strategi pemasaran diperkuat melalui identitas merek dan media sosial hingga Dimsum Tusuk mulai kembali mendapatkan pasar.
Saat ini produksi Dimsum Tusuk telah meningkat dari sekitar 500 potong per minggu menjadi lebih dari 1.000 potong. Usaha tersebut juga memiliki sejumlah varian, antara lain original, mentai, hot lava dan mayo, dengan paket best seller yang memungkinkan konsumen mencoba beberapa varian sekaligus.
Pengalaman membangun Dimsum Tusuk membuat Fahry menilai kegagalan sebagai bagian dari proses belajar dalam berwirausaha. Ia mendorong anak muda untuk berani mencoba, melakukan evaluasi ketika menemui kesalahan, serta membangun sistem usaha dan tim agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....