Kehilangan Akun dan Pesanan Fiktif, Bucket Palu Bangkit dengan Strategi Baru
- 17 Sep 2026 15:34 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Menjalankan usaha kreatif selama bertahun-tahun tidak selalu berjalan mulus. Hal tersebut juga dirasakan Uni, pemilik Bucket Palu, yang sempat menghadapi kehilangan akses akun Instagram hingga mengalami kerugian akibat pesanan yang tidak diselesaikan pelanggan.
Uni menceritakan, akun Instagram pertama yang digunakan untuk memasarkan usahanya sempat tidak dapat diakses. Nomor telepon yang sebelumnya digunakan juga sudah tidak aktif. Kondisi tersebut membuatnya sempat kehilangan semangat untuk melanjutkan usaha karena akun lama telah memiliki banyak pengikut dan pelanggan.
“Di situ sudah sempat down sih, Kak. Sudahlah tidak usah jualan bucket,” ujar Uni.
Namun, dukungan dari sang ibu membuat Uni kembali bangkit. Ia kemudian membuat akun Instagram baru dan melanjutkan aktivitas usaha. Setelah berjalan sekitar tiga tahun, akun baru tersebut bahkan berkembang dan memiliki pengikut lebih banyak.
Tantangan lainnya datang dari pelanggan yang tidak menyelesaikan pesanan. Uni pernah membuat buket bunga dan selempang sesuai permintaan setelah menerima uang muka sekitar Rp20 ribu. Namun, setelah pesanan selesai, pelanggan tersebut tidak lagi dapat dihubungi. Bucket bunga yang seharusnya bernilai sekitar Rp. 200.000,- akhirnya tidak dapat diambil, sementara selempang hanya dapat disimpan sebagai contoh.
Pengalaman tersebut membuat Uni mengubah sistem pemesanan. Kini, pelanggan diminta membayar uang muka sebesar setengah dari total harga sebelum proses pembuatan dilakukan.
“Itu caranya sekarang saya sistemnya DP setengah harga, setengah harga, supaya nanti customernya enggak bisa lari,” ujarnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, usaha Bucket Palu terus berkembang dan telah menerima pesanan dari luar Kota Palu, termasuk Luwuk dan Morowali. Uni juga tengah mempersiapkan pembukaan tempat usaha di kawasan Jalur Dua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....