Saronde Toriloru, Upaya Selamatkan Kuliner Kaili dari Kepunahan
- 27 Agt 2026 09:22 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Upaya melestarikan kuliner tradisional Suku Kaili terus dilakukan masyarakat di Kabupaten Sigi. Salah satunya melalui pengembangan Saronde, makanan tradisional berbahan dasar kacang tanah dan kelapa yang kini mulai sulit ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Saronde selama ini lebih dikenal sebagai hidangan yang disajikan pada momentum tertentu, seperti pesta pernikahan maupun perayaan Hari Raya Idulfitri. Kondisi tersebut membuat makanan tradisional ini semakin jarang dikenal dan dinikmati oleh generasi muda.
Pemilik Saronde Toriloru, Indriati, mengatakan dirinya sengaja mengangkat kembali Saronde sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan kuliner tradisional Suku Kaili, khususnya yang berkembang di Desa Loru, Kabupaten Sigi.
“Jangan sampai anak-anak kita nanti hanya mendengar Saronde dari cerita orang tua. Kita ingin mereka tetap bisa melihat, membeli, dan merasakan langsung rasa Saronde yang asli,” ujar Indriati saat berdialog diprogram Kataua Ntodea Pro 4 RRI.
Menurutnya, pelestarian kuliner tradisional tidak cukup hanya dengan menceritakan sejarah dan cara pembuatannya. Produk tersebut harus tetap dibuat, diperkenalkan, serta diberikan ruang untuk berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.
Melalui Saronde Toriloru, Indriati berharap kuliner khas tersebut dapat terus dikenal tidak hanya oleh masyarakat Sigi dan Sulawesi Tengah, tetapi juga oleh masyarakat dari berbagai daerah.
Ia menilai keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kuliner tradisional, sehingga Saronde tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi mampu menjadi bagian dari kehidupan dan ekonomi masyarakat saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....