Nasi Kuning Jadul Pertahankan Resep Warisan Tiga Generasi

  • 17 Agt 2026 16:26 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Di tengah perkembangan kuliner yang semakin modern, Nasi Kuning Jadul tetap mempertahankan cita rasa dan cara penyajian tradisional yang diwariskan keluarganya. Konsistensi tersebut menjadi salah satu kekuatan usaha yang telah dijalankan secara turun-temurun hingga tiga generasi.

Salah satu ciri khas yang masih dipertahankan adalah penggunaan daun pisang sebagai pembungkus nasi kuning. Daun pisang bukan sekadar kemasan, tetapi turut memberikan aroma khas yang diyakini memengaruhi cita rasa nasi kuning ketika disantap.

Pemilik Nasi Kuning Jadul, Renaldi Anugerah, mengatakan mempertahankan resep dan cara memasak warisan keluarga merupakan bentuk penghormatan terhadap tradisi yang telah dijaga sejak generasi neneknya. Menurutnya, perubahan zaman tidak harus membuat makanan tradisional kehilangan karakter aslinya.

“Kita tetap pertahankan bungkus daun pisang karena aromanya itu khas. Takaran bumbu juga kita jaga, termasuk cara memasak santannya supaya tidak cepat basi. Itu semua masih mengikuti yang diajarkan nenek,” ujar Renaldi.

Menurutnya, menjaga cita rasa membutuhkan konsistensi, terutama dalam menentukan takaran bumbu dan proses pengolahan santan. Setiap tahapan dilakukan dengan memperhatikan cara yang telah diwariskan keluarganya agar rasa nasi kuning tetap memiliki karakter seperti dahulu.

Meski mempertahankan konsep jadul, Nasi Kuning Jadul tidak menutup diri terhadap perkembangan teknologi. Untuk memperluas pemasaran, Renaldi memanfaatkan media sosial seperti Instagram serta layanan pesan WhatsApp sebagai sarana promosi dan komunikasi dengan pelanggan.

Pemanfaatan teknologi tersebut membuat jangkauan pemasaran tidak lagi terbatas pada pelanggan di Kota Palu. Pesanan dan pelanggan bahkan datang dari luar daerah, termasuk Jakarta, Jawa Timur dan Makassar, yang menunjukkan bahwa kuliner tradisional tetap memiliki peluang berkembang di tengah era digital.

Ia menilai perpaduan antara mempertahankan resep tradisional dan memanfaatkan teknologi menjadi kunci agar kuliner warisan keluarga tetap relevan. Tradisi tetap dijaga, sementara cara memperkenalkan produk kepada masyarakat mengikuti perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....