Tak Cukup Unggul Akademik, Kampus Diminta Cetak Lulusan Pembawa Perubahan
- 04 Agt 2026 13:05 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Perguruan tinggi didorong untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Harapan ini mengemuka dari Hannah Asa Indonesia Sulawesi Tengah sebagai lembaga penyelenggara edukasi keuangan dalam Lokakarya Penyusunan Kurikulum Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Palu pada bulan Juli lalu.
Lokakarya menghadirkan Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, bersama Guru Besar Universitas Hasanuddin Makassar Prof. Dr. Abdul Razak Munir, SE., M.Si., M.Mkgt., CMP, serta perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah sebagai narasumber. Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, akademisi dari berbagai perguruan tinggi, dan sejumlah tamu undangan.
Kepada RRI, Mardiyah menyampaikan bahwa bahwa perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat menuntut perguruan tinggi untuk terus memperbarui kurikulum agar selaras dengan kebutuhan masyarakat, perkembangan industri, dan tantangan masa depan. Menurutnya, kurikulum tidak lagi hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter dan kompetensi lulusan.
"Pertanyaan yang perlu kita renungkan bukan lagi apakah mahasiswa dapat lulus tepat waktu, tetapi apakah mereka siap menjadi agen perubahan yang mampu menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat," ujar Mardiyah, Senin 03 Agustus 2026.
Ia juga menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai salah satu keterampilan hidup yang wajib dimiliki setiap lulusan. Ia mengutip hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 yang menunjukkan tingkat literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen, sementara inklusi keuangan telah mencapai 80,51 persen.
Selain literasi keuangan, Hannah Asa Indonesia memperkenalkan delapan kompetensi utama lulusan masa depan yang mencakup kepemimpinan, kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, kewirausahaan, hingga penguasaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kompetensi tersebut diharapkan mampu membentuk lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi dinamika global.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, regulator, dunia usaha, dan organisasi masyarakat, diharapkan lahir lulusan yang memiliki daya saing tinggi sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan. Universitas Muhammadiyah Palu pun dinilai menunjukkan komitmen dalam memperkuat kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....