Menyederhanakan Keinginan dan Menghindari "Gengsi": Resep Ketenangan Finansial
- 28 Mei 2026 12:56 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Dinamika ekonomi yang semakin kompleks dan derasnya pengaruh gaya hidup digital, literasi keuangan bagi perempuan dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Minimnya pemahaman finansial tidak hanya berpotensi mengganggu stabilitas rumah tangga, tetapi juga dapat menjerumuskan masyarakat pada persoalan serius seperti pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga tekanan mental akibat persoalan ekonomi.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako, Prof. Wahyuningsih S.E., M.Sc., Ph.D., menegaskan perempuan memiliki peran strategis dalam mengatur keuangan rumah tangga. Menurutnya, perempuan tidak sekadar mengelola pengeluaran harian, tetapi juga menjadi penentu arah kestabilan ekonomi keluarga.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital dan media sosial saat ini menghadirkan tantangan baru dalam pengelolaan keuangan keluarga. Berbagai promosi, diskon besar, hingga layanan pay later dinilai sangat memengaruhi pola konsumsi masyarakat, khususnya perempuan sebagai pengelola utama kebutuhan rumah tangga.
Menurutnya, tanpa kontrol dan pemahaman finansial yang baik, masyarakat mudah terjebak pada perilaku belanja impulsif. Kondisi tersebut dapat berdampak pada terganggunya kebutuhan prioritas keluarga, termasuk biaya pendidikan anak dan kebutuhan pokok sehari-hari.
“Sekarang ini banyak orang mengalami tekanan mental karena masalah keuangan. Pengaruh eksternal seperti diskon dan pay later yang menggiurkan, jika tidak diimbangi ilmu yang cukup, bisa membuat kita terbawa arus dan mengancam masa depan keluarga serta anak-anak,” jelasnya.
Maraknya praktik pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga berbagai modus penipuan digital yang menyasar masyarakat dengan iming-iming keuntungan instan saat ini juga kian marak. Hal ini disebabkan rendahnya literasi keuangan membuat masyarakat menjadi kelompok paling rentan terhadap penawaran yang menyesatkan.
“Ini sangat membahayakan kalau kita tidak cerdas secara finansial. Literasi keuangan adalah perisai. Tanpa ilmu yang kuat, kita rentan terhadap godaan belanja impulsif dan tawaran investasi yang menyesatkan,” tegasnya.
Ia pun mengajak perempuan untuk mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat, mulai dari membuat perencanaan anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, menyiapkan dana darurat, hingga belajar memahami produk keuangan yang aman dan legal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....