BI Sulteng Musnahkan 3.274 Lembar Uang Tidak Asli
- 05 Mar 2026 12:22 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Sebagai bentuk komitmen dalam mencegah maraknya peredaran uang palsu atau tidak asli, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah bersama Kepolisian dan Badan Intelijen Daerah, pagi tadi, Kamis, 05 Maret 2026, musnahkan uang tidak asli temuan Polda Sulawesi Tengah. Masih adanya temuan peredaran uang tidak asli atau palsu di Indonesia umumnya dan Sulawesi Tengah khususnya baik yang ditemukan langsung oleh masyarakat dan perbankan maupun Kepolisian, menjadi gambaran masih adanya upaya pihak tidak bertanggung jawab dalam mencetak uang palsu. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Muhammad Irfan Sukarna, Kamis, 05 Maret 2026, mengatakan sejak tahun 2014 hingga 2025 Kepolisian berhasil menggagalkan peredaran uang palsu sekitar 3.274 lembar mulai dari pecahan Rp. 5.000 hingga Rp. 100.000. Diakui jumlah ini mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2024.
“Kalau kita lihat pertumbuhan ini ya di Sulawesi Tengah 2025 ke 2024 itu menurun. Jadi pertumbuhan uang tidak asli 2025 IOU itu sekitar 34%. 2024 itu sekitar 69%. Jadi terjadi penurunan pertumbuhan uang tidak asli di Sultang,” ujarnya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Muhammad Irfan Sukarna menambahkan meski mengalami penurunan namun hal ini tidak menjadi alasan pihaknya dalam menurunkan sosialisasi tentang rupiah, dimana sasaran dari edukasi rupiah yakni masyarakat umum dan pedagang kaki lima yang memiliki resiko memperoleh uang tidak asli, khususnya saat malam hari.
“Cuma kalau lihat ini kan kita harus hati-hati ya. Kalau pas malam hari itu butuh beberapa detik untuk mengecek ini asli atau tidak itu kan meraba segala macam itu kan. Nah, itu yang harus kita hati-hati,” jelasnya.
Sementara untuk pedagang besar berupa retail modern dinilai lebih teliti dalam memastikan keaslian uang dan bahkan hampir seluruh retail modern memiliki mesin penguji uang asli, sehingga peluang dalam menerima uang palsu lebih kecil.
“Kalau di kayak toko-toko besar kan biasanya kan lampunya terang dan punya alat untuk Oh, ngecek tuh yang ultraviolet di cek kayak di Alfamart di Indomaret biasanya mereka lebih safety,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....