APINDO Sulteng Dorong Branding Mutu Produk Durian dan Optimalkan Akses Pasar
- 20 Agt 2026 19:36 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Wacana menjadikan Sulawesi Tengah sebagai Raja Durian Dunia dinilai tidak cukup hanya dengan memperluas produksi dan mengejar pasar ekspor. Penguatan mutu, branding, kemasan, hingga kepastian pasar bagi petani harus menjadi perhatian pemerintah daerah agar potensi durian benar-benar mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Ketua DPP APINDO Sulawesi Tengah Wijaya Chandra mengatakan, pemerintah perlu memperkuat identitas durian Sulawesi Tengah agar memiliki ciri khas dan daya saing yang tidak mudah ditiru daerah lain.
Menurutnya, saat ini durian yang dipasarkan di sejumlah supermarket besar di Pulau Jawa banyak menggunakan label durian Palu. Kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan karena diperlukan mekanisme pelabelan atau branding resmi untuk memastikan produk yang menggunakan nama durian Palu benar-benar berasal produk durian Sulawesi Tengah.
Wijaya menilai, kekuatan durian Palu tidak hanya terletak pada nama, tetapi juga cita rasa, tekstur, mutu, serta karakteristik yang harus diperkuat melalui kemasan dan identitas produk.
Ia menegaskan, pemerintah juga perlu memberikan pendampingan kepada petani, mulai dari proses penanaman, pemupukan, perawatan, hingga menentukan waktu panen dan tingkat kematangan yang tepat. Dengan dukungan dinas pertanian dan penyuluh lapangan, para ahli pertanian sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman durian bermutu dan berkualitas.
“Di sisi lain, persoalan pasar juga menjadi perhatian. Peningkatan produksi harus diikuti dengan perencanaan daya serap pasar agar ketika panen raya berlangsung, harga durian tidak justru anjlok dan merugikan petani,” katanya, Kamis 20 Agustus 2026.
Wijaya mencontohkan, misalnya durian yang memiliki kualitas berbeda dapat diarahkan ke pasar yang berbeda pula. Kualitas terbaik dapat diprioritaskan untuk ekspor, sementara kualitas lainnya dapat diserap pasar lokal, sektor pariwisata, daerah pertambangan, maupun pasar antar daerah.
“Durian juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan seperti dodol atau dompo durian, kue, sirup, hingga berbagai inovasi produk lainnya. Dengan demikian, konsep Sulteng Raja Durian Dunia tidak berhenti pada produksi buah segar dan ekspor, tetapi membangun ekosistem bisnis durian dari hulu hingga hilir,” jelasnya.
Menurutnya, ekspor memang penting, namun bukan satu-satunya tujuan. Keberhasilan program menjkadi Raja Durian dunia justru harus diukur dari sejauh mana peningkatan produksi mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan menciptakan rantai ekonomi yang berkelanjutan.
“Saya berharap pemerintah tidak hanya mengejar formalitas berupa label atau status sebagai daerah penghasil durian, tetapi benar-benar membangun sistem yang menjamin mutu produk, memperkuat merek durian, membuka pasar, mengembangkan industri hilir, sekaligus memastikan petani dapat memperoleh manfaat ekonomi,” ujarnya.
Ditekankan, perlu didukung sistem terintegrasi dari hulu hingga hilir, predikat Sulawesi Tengah nantinya sebagai Raja Durian Dunia bukan sekadar slogan, melainkan dapat menjadi kekuatan ekonomi baru yang memberi nilai tambah bagi daerah dan kesejahteraan bagi para petani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....