APINDO: Penerbangan Palu-Tiongkok Peluang Bagi Sulteng Tingkatkan Perekonomian
- 20 Agt 2026 19:36 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Kehadiran penerbangan internasional di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu menuju Tiongkok dinilai menjadi peluang strategis bagi Sulawesi Tengah, tidak hanya untuk memperkuat konektivitas, tetapi juga membuka pasar global, diantaranya pariwisata, perdagangan, hingga ekspor berbagai komoditas unggulan daerah.
Ketua Dewan Pegurus Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP APINDO) sekaligus Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Tengah mengatakan, dibukanya penerbangan internasional tersebut memberikan peluang bagi Sulawesi Tengah untuk meningkatkan perekonomiannya.
Menurutnya, keberadaan penerbangan langsung Palu-Tiongkok harus dimanfaatkan secara maksimal dan tidak terhenti hanya sebatas seremoni pembukaan namun, perlu membangun strategi pemasaran, dipromosikan agar masyarakat mengetahui Kota Palu saat ini telah memiliki akses penerbangan internasional.
“APINDO dan PSMTI siap mendukung serta terus mensosialisasikan keberadaan penerbangan internasional tersebut kepada masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Ketua DPP APINDO Sulawesi Tengah Wijaya Chandra atau kesehariannya akrab disapa Ko Awi di temuai RRI.CO.ID usai menjadi narasumber dialog luar studio di Aula Millenium Water Park, Kamis 20 Agustus 2026.
Selain konektivitas, kesiapan sektor pendukung pariwisata juga menjadi perhatian. Kehadiran restoran yang menyajikan kuliner khas Tiongkok dengan koki langsung dari Tiongkok penting dilakukan, untuk memberikan kenyamanan wisatawan mancanegara selama berada di Kota Palu.
“Karena itu, aspek pelayanan juga harus dipersiapkan, termasuk kemampuan berbahasa asing, khususnya Mandarin dan Inggris. Bahkan, menurutnya, sebagian petugas di Bandara Mutiara Sis Aljufri perlu memiliki kemampuan dasar berbahasa Mandarin agar dapat memberikan pelayanan optimal kepada wisatawan khususnya wisatawan asal Tiongkok,” jelasnya.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dapat menyiapkan booklet, flyer maupun berbagai materi promosi sedikitnya memmuat tiga bahasa, yakni Indonesia, Mandarin dan Inggris. Hal ini penting agar wisatawan yang datang tidak hanya mengetahui keberadaan penerbangan internasional, tetapi juga memperoleh informasi mengenai berbagai destinasi dan potensi wisata yang dimiliki Sulawesi Tengah.
Dari sisi perdagangan, penerbangan internasional juga dinilai membuka peluang besar bagi produk-produk Sulawesi Tengah untuk menembus pasar Tiongkok secara langsung. Sejumlah komoditas seperti durian, sarang burung walet, teripang, seafood dan ikan segar disebut memiliki pasar yang potensial di Tiongkok. Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan regulasi dan sistem perdagangan yang jelas agar pelaku usaha di daerah dapat memanfaatkan akses penerbangan internasional secara optimal.
Ia berharap, konektivitas bandar udara internasional tidak hanya dimanfaatkan untuk mendatangkan wisatawan dan investor, tetapi pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tengah dapat membangun jejaring pasar lokal untuk mendorong produk-produk unggulan Sulawesi Tengah sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi disetiap daerah.
“Keberadaan penerbangan internasional Palu-Tiongkok diharapkan mampu menciptakan efek berantai bagi perekonomian daerah, mulai dari pariwisata, perdagangan, kuliner dan jasa transportasi, dengan demikian mampu menggerakan perekonomian masyarakat lokal,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....