Festival Teater Indonesia Usung Tema Sirkulasi Ilusi
- 07 Des 2025 15:40 WIB
- Palu
KBRN, Palu: Titimangsa bersama Perkumpulan Teater Indonesia (Penastri) melaksanakan Festival Teater Indonesia (FTI) 2025 di empat kota di Indonesia, termasuk Kota Palu. Pada edisi perdananya, FTI mengangkat tema “Sirkulasi Ilusi” yang menyoroti pertemuan antara realitas dan representasi.
Melalui tema yang diusung, FTI mencoba memperluas sirkulasi gagasan serta memperkaya hubungan antara teks sastra dan panggung pertunjukan. Konsep “sirkulasi” merujuk pada pergerakan ide dan karya seni lintas ruang serta medium, sementara ilusi menjadi strategi konseptual yang mengajak publik melihat kembali hubungan panggung dengan realitas sosial masa kini.
Kota Palu menjadi titik temu kedua setelah sebelumnya telah sukses dilaksanakan di Kota Medan. Festival ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Pettalolo di gedung kesenian Kota Palu, Sabtu (6/12/2025).
Pembukaan itu ditandai dengan pemukulan gimba oleh Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Pettalolo, bersama Direktur FTI Pradetya Novitri, serta perwakilan penampil. Festival ini berlangsung tiga hari, mulai 6 hingga 8 Desember 2025 dengan menampilkan lima kelompok teater dari berbagai daerah di Indonesia serta berbagai rangkaian kegiatan lain.
Baca Juga: Palu Menjadi Titik Temu Kedua Festival Teater Indonesia
Direktur FTI Pradetya Novitri menyebut, pelaksanaan FTI di Kota Palu turut melibatkan Komunitas Lobo sebagai mitra daerah. Pemerintah dan Dewan Kesenian Kota Palu juga memberi dukungan penuh melalui percepatan penyelesaian Gedung Kesenian Palu.
“Terima kasih atas dukungan yang memungkinkan Gedung Kesenian Palu selesai tepat waktu, dan kami bangga FTI menjadi acara perdana yang digelar di sini,” ungkapnya
Ia juga menyebut festival ini digelar sebagai wadah bagi pelaku seni teater dari berbagai wilayah di Indonesia, serta untuk menunjukkan kekayaan cerita dari masing-masing daerahnya.
"Tahun ini merupakan gelaran perdana Festival Teater Indonesia, sebagai pertemuan raya seniman dan kelompok teater dari berbagai wilayah di Nusantara membawa kekayaan cerita, bahasa, dan cara pandang masing-masing," ungkapnya.
Baca Juga: Kinesik Untad Tampilkan Karya Lewat Exhibition 2025
Selain itu Tia juga menyebut, FTI dilaksanakan berangkat dari keyakinan bahwa teater bukan sekadar tontonan saja, melainkan dapat dijadikan sebagai ruang belajar bersama dalam menguatkan ekosistem seni teater di Indonesia.
"Dari kota ke kota FPI bergerak dengan semangat membuka akses, memperkuat jejaring dan berbagi pengetahuan dan menegaskan pentingnya saling mengenal lintas wilayah, semoga pertemuan di kota ini menjadi ruang temu, ruang tumbuh, ruang kolaborasi dan ruang untuk saling menguatkan bagi ekosistem teater," ucapnya. (Sidik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....