Tokoh Adat Pamona Poso Berkumpul dalam Gelaran FTK
- 22 Nov 2024 17:59 WIB
- Palu
KBRN, Palu: Sebanyak 125 tokoh adat Pamona di Kabupaten Poso, berkumpul selama 3 hari di gelaran Festival Tradisi Kehidupan (FTK). Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Sawidago, Tentena sejak 30 Oktober hingga 2 November 2024.
Melansir mosintuwu, para Tokoh Adat membahas 7 dari 10 objek pemajuan budaya Pamona yang wajib dijaga. Termasuk, dalam upaya pelestarian dan pembiasaan kembali pada kehidupan sehari-hari.
Para tokoh itu bak jembatan waktu, menghubungkan masa lalu penuh kearifan dengan masa kini yang penuh dinamika. Diskusi ini dilakukan karena mereka ingin menjadikan warisan leluhur sebagai napas yang menyatu dalam kehidupan manusia modern hari ini.
FTK mengambil tema "Mampakoroso Pampotiana Ada nTana", yang berarti memperkuat menjaga adat dan tradisi kehidupan. Direktur Institut Mosintuwu, Lian Gogali, menyebut tema ini hasil elaborasi kunjungan 20 tokoh adat Pamona ke Ngata Toro di Kulawi, Kabupaten Sigi.
‘’Ini bukan pekerjaan mudah, butuh kolaborasi yang komitmen yang kuat secara terus menerus dari banyak pihak,’’ kata Lian.
Festival Tradisi Kehidupan, menurutnya, berusaha untuk mentransformasikan pengetahuan tradisi lama kepada generasi saat ini. Menjaga adat dan tradisi adalah cara para tokoh adat, menggali dan mendokumentasikan nilai-nilai yang kemudian diwariskan pada generasi selanjutnya.
Peraih Coexist Prize untuk gerakan Interfaith tahun 2012 ini mengaku, terkesan selama berada di lobo (balai pertemuan) di Ngata Toro. Ia menyaksikan anak usia 15 tahun telah fasih menuturkan dan menjalankan nilai-nilai tradisi di sana.
Terdapat 7 dari 10 unsur pemajuan kebudayaan yang dibahas dalam FTK edisi ke-4 tersebut. Antara lain tradisi lisan, adat istiadat, permainan rakyat, pengetahuan tradisional, ritus dan seni serta teknologi tradisional.
Ketua Dewan Adat Pamona, Kristian Bontinge, mengatakan menggali kebiasaan tradisi lama seperti merajut kembali benang sejarah yang hampir pudar. Dengan ini, kekayaan budaya yang pernah hidup di masa lalu tetap berdenyut dalam jiwa generasi kini. (MUJ)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....