Lawan Angka Literasi Rendah, Bioskop Todea Sulap Layar Tancap Jadi Media Edukatif

  • 17 Mei 2026 17:20 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, PALU – Kabupaten Sigi saat ini dihadapkan pada tantangan berat di sektor pendidikan, khususnya terkait tingkat literasi masyarakat yang tergolong sangat rendah. Berdasarkan data regional, wilayah ini menempati posisi nomor dua atau tiga dengan tingkat literasi paling memprihatinkan se-Sulawesi Tengah. Minimnya sarana prasarana serta sulitnya akses terhadap buku bacaan konvensional memperparah kondisi ini, terutama pada daerah-daerah yang masuk ke dalam kategori wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Melihat urgensi tersebut, sebuah komunitas lokal bernama Bioskop Todea hadir dengan sebuah terobosan yang tidak biasa untuk mendekati masyarakat. Alih-alih membagikan buku di tengah minimnya minat baca, mereka memilih jalur audio visual dengan menyelenggarakan pemutaran film gratis ke desa-desa terpencil.

Menggunakan konsep layar tancap tradisional, mereka berupaya menghidupkan kembali ruang publik sekaligus menyisipkan nilai-nilai edukasi kritis melalui media sinema. Ketua sekaligus salah satu pendiri Bioskop Todea, Dinul, mengungkapkan bahwa kehadiran komunitas ini sering kali disalahpahami sebagai kelompok produksi film biasa.

Dalam sesi wawancara program Jaga Malam di RRI Palu, ia menegaskan bahwa fokus utama pergerakan mereka murni dirancang untuk mendongkrak ketertarikan masyarakat terhadap pemanfaatan media digital secara positif dan edukatif.

"Sebenarnya banyak orang mengira kami ini komunitas film untuk produksi-produksi film. Alasan kami membentuk Bioskop Todea karena Kabupaten Sigi itu adalah salah satu wilayah yang tingkat literasinya itu terendah se-Sulawesi Tengah," ujar Dinul.

Strategi pengenalan yang dilakukan komunitas ini terbilang cukup cerdas dan terstruktur. Sebelum pemutaran film utama dilakukan pada malam hari, anggota komunitas terlebih dahulu menggelar lapak baca gratis dan sesi membaca nyaring untuk anak-anak di sore hari. Anak-anak yang berkumpul ini kemudian diberikan pengumuman untuk mengajak orang tua mereka datang berbondong-bondong menuju lokasi layar tancap saat matahari mulai tenggelam. Kehadiran layar tancap ini terbukti memberikan dampak berganda bagi desa-desa yang dikunjungi.

Selain menjadi hiburan alternatif yang mengembalikan memori kolektif generasi tua, kegiatan ini juga turut mendongkrak perekonomian lokal melalui keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Warga bisa menikmati tontonan berkualitas sambil membuka lapak dagangan makanan dan minuman di sekitar area pemutaran film terbuka.

Melalui kerja keras dan konsistensi dari 10 anggota intinya, Bioskop Todea berharap gerakan literasi berbasis kebudayaan ini dapat terus berkembang secara mandiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....