Sejarah Penggunaan Sendok dan Garpu
- 07 Sep 2024 19:31 WIB
- Palu
KBRN, Palu: Sendok adalah alat makan yang memiliki cekungan berbentuk oval atau bulat lonjong di satu ujung dan gagang di ujung lainnya. Di Indonesia, sendok umumnya dipegang di tangan kanan untuk mengambil makanan, sementara garpu yang dipegang di tangan kiri membantu memasukkan makanan ke sendok.
Pada perjalanan sejarahnya, sendok telah dipakai sejak zaman Paleolitikum, namun bentuknya dan bahan yang digunakan jelas tidak seperti sendok yang kita kenal sekarang. Pada masa tersebut sendok terbuat dari bahan kulit kerang, kulit kayu, bahkan dari daun-daunan.
Dilansir dari laman eventkampus.com, di dalam bahasa Yunani dan bahasa Latin sendok disebut dengan "Cochlea" yang berarti "kulit kerang berbentuk spiral". Sedangkan masyarakat Anglo-Saxon, mereka cenderung menyebut sendok dengan istilah "Spon" yang berarti "serpihan atau potongan kayu".
Istilah Spon inilah yang kemudian dikenal oleh bangsa Eropa dan bangsa-bangsa lainnya yang dalam bahasa Inggris disebut dengan "Spoon".
Pada perkembangan selanjutnya sendok tidak hanya dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti kerang ataupun kayu. Sendokpun dapat dibuat dari bahan, mulai dari tulang, tanduk, keramik, porselen dan kristal.
Seiring dengan penemuan bahan logam maka bahan pembuatan sendok-pun bergeser menjadi terbuat dari logam seperti besi, campuran timah dan gading, perak bahkan dari emas.
Konon bangsa pertama yang menjadi pelopor dan pencipta sendok dengan desain yang kita kenal sekarang adalah bangsa Romawi, kurang lebih pada abad pertama Masehi. Ada dua jenis sendok yang mereka buat yaitu "Ligula" dengan ujung yang bulat seperti mangkuk dengan pegangan beraneka bentuk, yang digunakan untuk makan makanan seperti sup atau makanan berkuah.
Pasangan dari sendok adalah Garpu, konon berumur lebih muda dibandingkan dengan sendok. Namun, catatan sejarah mengatakan bahwa peralatan seperti garpu ini telah digunakan oleh masyarakat di Timur Tengah sejak seribu tahun sebelum Masehi.
Ketika itu disebutkan bahwa bentuk dari garpu ini adalah bercabang lima dan digunakan pada acara-acara kenegaraan. Penggunaan garpu ini terus berkembang penggunaannya dan meluas sekitar Abad ke-X di kalangan atas kerajaan Byzantium.
Bentuk pertama dari garpu hanya mempunyai dua cabang dan agak lebar, ini didesain untuk memastikan daging tidak jatuh saat dipotong. Namun, ini tentu saja menyulitkan apabila daging atau makanan yang dipotong berukuran kecil.
Oleh karena itulah model lama ini kemudian di desain ulang dan disempurnakan dengan menambah cabang menjadi empat. Garpu dengan cabang empat ini mulai diperkenalkan pada sekitar akhir abad ke-XVII. (WRN)