Debat Punya seni, Kenali melalui filsuf terkenal
- 10 Jan 2024 20:23 WIB
- Palu
KBRN, PALU : Baru baru ini kita telah meyaksikan jalanya debat pilpres 2024 oleh tiga pasangan calon presiden Minggu 07 Januari 2024 . Dalam era informasi yang meledak, kemampuan berdebat mejadi kian relevan. Namun, seringkali pemahaman tentang debat terjebak pada gambaran adu argument tanpa henti. Padahal, dibaliknya, tersembunyi seni komunikasi persuasif dan penelusuran kebenaran yang memikat. Bukan sekedar “benar VS Salah” intinya seni berdebat bukanlah tentang menjatuhkan lawan atau membuktikan “kebenaran absolut. Sebaliknya, kebenaran absolut. Sebaliknya tentang menyusun argument secara logis, dan mencari pemahaman Bersama. Debat yang sehat menjadi pertukaran ide yang produktif, dan membuka ruang untuk solusi inovatif. Seperti ramai tanggapan Netizen debat ke tiga, Calon presiden 2024 ,salah satu akun media social kota palu, “unsur menjatuhkan sangat terlihat, memaparkan visi misi mencari kesalahan menjatuhkan lawan biar lebih unggul tulis salah satu pengguna media sosial IG.
Bukan atara benar dan salah, intinya seni berdebat bukanlah tentang menjatuhkan lawan atau membuktikan”kebenaran”absolut. Sebaliknya ini tentang menyusun argumen secara logis,mendengarkan perspektif berbeda, dan mencari pemahaman Bersama. Debat yang sehat menjadi pertukaran ide yang produktif, mengasah kemampuan berpikir kritis, dan membuka ruang untuk solusi inovasi. Berikut pemahaman para filsuf Yunanani kuno Aristoteles, Francis Bacon abat ke 17, Stephen Toulmin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....