Tari Topotebabulu Ritanantodea
- 16 Sep 2026 20:57 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Tari Topotebabulu Ritanantodea atau penambangan terinspirasi dari aktivitas masyarakat Suku Kaili Tara yang berada di kawasan pertambangan rakyat di wilayah timur Kota Palu, khususnya masyarakat yang bermukim di tepian Sungai Pondo. Karya tari ini menggambarkan aktivitas pertambangan sebagai salah satu bagian dari kehidupan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kota Palu memiliki kekayaan sumber daya alam, termasuk potensi pertambangan batu dan tambang emas rakyat. Bagi masyarakat Suku Kaili Tara, aktivitas tersebut menjadi salah satu mata pencaharian selain bekerja sebagai nelayan dan berkebun.
Topotebabulu menggambarkan penggunaan palu untuk memecahkan material berupa batu dengan peralatan dan teknik yang masih sederhana. Dengan keterbatasan alat yang tersedia, masyarakat tetap menjalankan aktivitas tersebut sebagai bentuk kerja keras untuk memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari.
Gerakan dalam Tari Topotebabulu Ritanantodea diadaptasi dari tahapan pekerjaan masyarakat dalam aktivitas penambangan. Proses tersebut terlihat melalui gerakan memecahkan batu hingga mengumpulkan material untuk kemudian dilanjutkan pada proses berikutnya.
Untuk memperkuat gambaran aktivitas penambangan, para penari menggunakan sejumlah properti berupa palu, belencong, dan karung goni. Properti tersebut menggambarkan alat yang digunakan dalam proses memecahkan batu serta wadah untuk mengumpulkan material hasil pekerjaan.
Nuansa kehidupan dan budaya Suku Kaili juga diperkuat melalui musik pengiring yang mengadaptasi bunyi-bunyian khas Kaili, seperti mbasi-mbasi, kakula gong, lalove, serta vokal inolu. Melalui perpaduan gerak, properti, dan musik tersebut, Tari Topotebabulu Ritanantodea menghadirkan gambaran aktivitas penambangan rakyat dan kerja keras masyarakat Suku Kaili Tara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....