Tari Mo Syukuru Gambarkan Keuletan Masyarakat Sulteng

  • 14 Sep 2026 14:09 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Tari Mo Syukuru menggambarkan keuletan masyarakat Sulawesi Tengah dalam melakukan berbagai pekerjaan. Kehidupan masyarakat yang berkaitan dengan aktivitas berkebun, bertani, dan menjadi nelayan dituangkan ke dalam rangkaian gerak tari. Berbagai pekerjaan tersebut dilakukan dengan penuh semangat hingga menghasilkan panen yang memuaskan.

Hasil bumi yang diperoleh dari pekerjaan tersebut kemudian dikumpulkan untuk menjadi bagian dari upacara adat. Upacara tersebut dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Sang Ilahi atas hasil yang telah diperoleh. Setelah dikumpulkan dan digunakan dalam upacara adat, hasil bumi tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat.

Tari Mo Syukuru diadopsi dari budaya masyarakat Kaili dan Poso, yaitu Movunja dan Padungku. Kedua budaya tersebut menjadi bagian dari inspirasi dalam penyusunan tarian yang mengangkat aktivitas masyarakat serta ungkapan rasa syukur atas hasil yang diperoleh.

Dalam penyajiannya, Tari Mo Syukuru mengangkat beragam gerak yang berasal dari Tari Mpeaju, Rego, dan Dero. Gerak-gerak tersebut kemudian dipadukan dengan gerak kreasi yang menggambarkan sejumlah aktivitas masyarakat dalam melakukan pekerjaan sehari-hari.

Beberapa gerak kreasi yang ditampilkan antara lain menapis beras, memacul, dan memanen. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari rangkaian gerak yang menggambarkan pekerjaan masyarakat dalam mengolah dan memperoleh hasil dari kegiatan yang dilakukan.

Selain menggambarkan berbagai aktivitas pekerjaan, Tari Mo Syukuru juga menghadirkan gerakan berdoa. Perpaduan gerak dari Mpeaju, Rego, Dero, serta gerak kreasi aktivitas masyarakat menjadikan Tari Mo Syukuru sebagai tarian yang menceritakan keuletan masyarakat Sulawesi Tengah dalam bekerja, hingga hasil yang diperoleh kemudian disyukuri melalui upacara adat dan dibagikan kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....