Tari Kreasi Kalampa, Gambaran Gotong Royong Masyarakat Kaili

  • 12 Sep 2026 17:57 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Tari Kreasi Kalampa merupakan karya seni yang terinspirasi dari kehidupan sosial masyarakat Suku Kaili, khususnya tradisi gotong royong ketika masyarakat menggelar acara posalia atau pesta. Tarian ini menggambarkan suasana kebersamaan warga dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan hajatan secara sukarela.

Kalampa sendiri merupakan tempat sementara yang digunakan masyarakat untuk melakukan aktivitas memasak bersama, atau dapat disebut sebagai dapur umum dalam tradisi masyarakat Kaili. Keberadaan Kalampa membantu meringankan pekerjaan keluarga yang sedang menggelar hajatan, sekaligus menjadi ruang berkumpul dan bekerja bersama bagi masyarakat sekitar.

Secara sederhana, Kalampa dibangun secara bergotong royong menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan, seperti bambu atau kayu, dengan atap berbahan rumbia. Bangunan tersebut bersifat sementara dan biasanya didirikan ketika masyarakat melaksanakan pesta rakyat, posalia, posusa, maupun kegiatan besar lainnya yang melibatkan banyak warga.

Nilai kebersamaan yang terdapat dalam tradisi Kalampa menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Kaili. Semangat saling membantu tanpa mengharapkan imbalan menunjukkan kuatnya nilai leluhur berupa gotong royong, sekaligus menjadi gambaran kepribadian masyarakat yang diwariskan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Aktivitas di dalam Kalampa kemudian diterjemahkan ke dalam gerak Tari Kreasi Kalampa. Kesibukan para orang tua hingga generasi muda, baik laki-laki maupun perempuan, saat mempersiapkan makanan bersama divisualisasikan melalui rangkaian gerakan tari yang dinamis namun tetap menghadirkan suasana tenang, akrab, dan penuh kebersamaan.

Keunikan lainnya terlihat pada iringan musik yang mengadaptasi bunyi-bunyian tradisional Kaili, seperti mbasi-mbasi, lalove, gimba, dan kakula. Perpaduan gerak dan musik tersebut menjadikan Tari Kreasi Kalampa bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga media untuk mengenalkan kembali nilai gotong royong, kedamaian, dan kehidupan sosial masyarakat Kaili kepada generasi masa kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....