Tari Matowe, Ungkapan Duka Masyarakat Taa Wana

  • 12 Sep 2026 18:01 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Tari Matowe merupakan tarian yang diangkat dari tradisi Matowe masyarakat Suku Taa Wana di Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una. Tradisi Matowe menjadi ekspresi duka cita yang mendalam ketika seorang kerabat baru saja dimakamkan.

Rasa kehilangan yang amat dalam dalam tradisi ini kerap diluapkan melalui tangisan hingga tindakan ekstrem. Salah satunya dengan membongkar rumah tinggal almarhum sebagai simbol pemutusan ikatan fisik sekaligus pelepasan kenangan di dunia fana.

Melalui gerak tubuh yang ekspresif, Tari Matowe menggambarkan berbagai perasaan yang muncul ketika seseorang menghadapi kehilangan. Dinamika gerak yang kontras antara kepasrahan dan amarah menjadi gambaran kuat dari pergulatan emosi dalam menghadapi duka.

Tarian ini memperlihatkan fase duka manusia yang dimulai dari ratapan hingga kekacauan emosi akibat kehilangan. Setiap gerak menggambarkan luapan perasaan yang dapat muncul ketika seseorang harus menerima kepergian kerabat yang dicintainya.

Perjalanan emosi dalam Tari Matowe kemudian bergerak menuju sebuah penerimaan. Setelah melewati ratapan, kepasrahan, dan amarah atas kehilangan, duka akhirnya bermuara pada penerimaan yang ikhlas.

Tari Matowe menjadi gambaran perjalanan manusia dalam menghadapi kehilangan hingga akhirnya menerima takdir Sang Pencipta. Melalui tarian ini, tradisi masyarakat Taa Wana dihadirkan dalam bentuk ekspresi gerak yang menggambarkan kedalaman duka dan proses menuju keikhlasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....