Festival Megalitik Tampo Bada Perkuat Pelestarian Budaya dan Pariwisata Poso

  • 07 Sep 2026 20:49 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Poso - Festival Megalitik Tampo Bada ke-2 Tahun 2026 resmi dibuka di Lapangan Bumi Jambu, Desa Gintu, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso, Senin 7 September 2026.

Pembukaan dilakukan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Poso Alfred Suangga, S.T., M.Si., mewakili Bupati Poso dr. Verna G.M. Inkiriwang, M.PSDM.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Poso, unsur Forkopimda, pimpinan OPD dan jajaran Pemkab Poso, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda, para kepala desa se-Kecamatan Lore Selatan, pelaku seni dan budaya, serta masyarakat dan tamu undangan.

Festival Megalitik Tampo Bada berlangsung selama tiga hari, 7 hingga 9 September 2026, dengan mengusung semangat pelestarian budaya dan warisan leluhur. Beragam kegiatan budaya, seni, olahraga tradisional dan edukasi cagar budaya menjadi bagian dari rangkaian festival.

Dalam sambutan tertulis Bupati Poso yang dibacakan Alfred Suangga, disampaikan bahwa Festival Megalitik Tampo Bada bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga, melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya serta warisan megalitik Tampo Bada kepada generasi sekarang dan mendatang.

“Kawasan Tampo Bada memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang luar biasa. Situs-situs megalitik, tradisi adat, seni, tarian, busana, serta berbagai kearifan lokal merupakan identitas yang harus kita jaga bersama,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Menurut Bupati, festival tersebut juga menjadi momentum untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya dan masyarakat. Dengan demikian, warisan budaya tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan penjemputan tamu secara adat Bada, dilanjutkan karnaval budaya yang melibatkan 14 desa, kunjungan ke stan miniatur desa, lomba busana adat berpasangan tingkat TK/PAUD, serta pagelaran cerita rakyat bertema cagar budaya dari perwakilan 14 desa.

Pada hari kedua, festival dilanjutkan dengan olahraga tradisional Motela, Mologo dan Mangimbo, wawancara Uto Ite Tampo Bada tingkat dewasa, hingga Grand Final Audisi Uto Ite Tampo Bada.

Sementara pada hari ketiga, kegiatan diisi dengan jelajah situs megalitik tingkat SMA di kawasan Tampo Bada dan ditutup dengan tradisi Ma’ande Pare atau Modulu-dulu.

Bupati Poso juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Festival Megalitik Tampo Bada ke-2.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, serta bersama-sama menjaga keamanan, kebersihan dan kelestarian lingkungan selama pelaksanaan festival.

“Mari kita jadikan Festival Megalitik Tampo Bada sebagai salah satu ikon pariwisata budaya Kabupaten Poso dan sebagai kebanggaan kita bersama,” katanya.

Festival Megalitik Tampo Bada ke-2 Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan kekayaan budaya masyarakat Bada, tetapi juga memperkuat pelestarian warisan leluhur, mendorong pengembangan pariwisata berbasis masyarakat serta membuka peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat di kawasan Lore Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....