Sastra Rakyat hingga Kamus Digital Jaga Kaili Rai
- 23 Agt 2026 14:49 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Tim penyusun buku tata bahasa Kaili Rai menggali kembali kosakata lama melalui sastra rakyat dan lagu tradisional. Upaya tersebut dilakukan untuk mendokumentasikan kata-kata yang mulai jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Dalam proses penyusunan buku, sejumlah karya tradisional seperti Toronjaka dan Vaino menjadi salah satu sumber penelusuran kosakata Kaili Rai. Kata-kata yang ditemukan kemudian dihimpun dan disusun berdasarkan penggunaannya dalam bahasa.
Seniman tradisional, Muis Senggi berperan penting dalam mengingat dan menelusuri kata-kata yang mulai jarang digunakan masyarakat. Kosakata tersebut kemudian disaring dan dikelompokkan berdasarkan fungsi kebahasaan.
Kata-kata yang ditemukan dipilah menjadi kata benda, kata kerja, imbuhan, hingga sisipan. Proses tersebut membantu tim menyusun struktur bahasa Kaili Rai secara lebih lengkap.
“Banyak kosakata lama yang sudah jarang terdengar dalam percakapan sehari-hari. Lagu dan sastra rakyat menjadi salah satu jalan untuk menemukan kembali kata-kata itu,” ujar Yusuf Dae Litji saat dialog diprogram Tesa To Kaili PRO 4 Palu.
Kosakata yang berhasil dihimpun selanjutnya disusun dan dikelompokkan sesuai fungsi kebahasaannya. Proses tersebut dilakukan untuk membantu membangun dokumentasi tata bahasa Kaili Rai secara lebih sistematis.
Selain melalui buku, pelestarian bahasa Kaili Rai juga diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital. Tim berencana mengembangkan seri lanjutan serta menyiapkan aplikasi Kamus Bahasa Rai.
Sementara itu, proses penerbitan buku tata bahasa yang telah diluncurkan masih dilakukan secara mandiri. Para penulis menggunakan dana sendiri untuk mendukung pencetakan karya tersebut.
Upaya tersebut mendapat respons positif dari berbagai pihak. Balai Bahasa memberikan apresiasi, sementara Wakil Bupati Donggala disebut membeli 17 eksemplar saat peluncuran buku.
Pemerintah daerah juga menyampaikan komitmen untuk mendukung pencetakan berikutnya. Dukungan tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap literatur bahasa Kaili Rai.
Perpaduan sastra tradisional dan teknologi digital menjadi harapan baru bagi pelestarian bahasa daerah. Bahasa Kaili Rai diharapkan tidak hanya tersimpan dalam buku, tetapi kembali digunakan generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....