Lintas Generasi Bersatu Menjaga Bahasa Kaili Rai
- 23 Agt 2026 14:42 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Penyusunan buku tata bahasa Kaili Rai melibatkan sejumlah orang dari latar belakang dan kelompok usia berbeda. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mendokumentasikan bahasa Kaili Rai sekaligus mendukung upaya pelestariannya.
Muhammad Nur Lapanintjo, pensiunan sekaligus imam desa, menjadi salah satu penggerak penyusunan buku tersebut. Ia bekerja bersama Yusuf Dae Litji yang berkontribusi dalam kajian kebahasaan dan penerjemahan.
Tim juga melibatkan Muis Senggi sebagai seniman tradisional yang memahami sastra rakyat. Sementara Himawan Djalaludin mewakili generasi muda dengan kemampuan di bidang teknologi informasi dan digital.
“Kami datang dari latar belakang yang berbeda, tetapi tujuan kami sama, yaitu menjaga bahasa Kaili Rai agar tetap hidup dan bisa dipelajari,” ujar Muhammad Nur Lapanintjo saat dialog di program Tesa To Kaili.
Tim tersebut melibatkan anggota dari beberapa kelompok usia, mulai dari generasi 40-an hingga 70-an. Setiap anggota tim memiliki peran berbeda dalam mengumpulkan, menyaring, dan menyusun kosakata. Proses itu juga mempertemukan pengetahuan yang diwariskan secara lisan dengan metode dokumentasi yang lebih sistematis.
Kolaborasi lintas disiplin tersebut menunjukkan bahwa pelestarian bahasa tidak dapat dilakukan oleh satu kelompok saja. Keterlibatan berbagai generasi menjadi modal penting untuk menjaga bahasa Kaili Rai tetap relevan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....