IKIB Perkuat Edukasi Atribut Adat Buol di Perantauan
- 25 Jun 2026 10:52 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Pengurus Ikatan Keluarga Indonesia Buol (IKIB) berencana menggandeng Dewan Adat Buol untuk memberikan edukasi dan sosialisasi terkait penggunaan atribut adat yang benar. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga kesakralan dan ketepatan makna simbol-simbol budaya Buol, khususnya di kalangan masyarakat perantauan di Kota Palu.
Sosialisasi tersebut nantinya akan menekankan pemahaman mengenai tata cara penggunaan pakaian adat Buol, seperti Songgo Taun, selendang atau Panggiling, serta penutup kepala wanita Harwas. Ketiga atribut ini memiliki nilai filosofis yang kuat dalam tradisi masyarakat Buol sehingga penggunaannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan, terutama dalam kegiatan pernikahan maupun acara seremonial adat lainnya.
Pengurus IKIB menilai, masih terdapat sebagian masyarakat di perantauan yang belum sepenuhnya memahami makna dan aturan penggunaan atribut adat tersebut. Akibatnya, dalam beberapa kegiatan adat, terjadi kekeliruan dalam pemakaian busana dan perlengkapan adat yang berpotensi mengurangi nilai budaya yang seharusnya dijaga secara turun-temurun.
Sekretaris PB IKIB, Prof. Dr. H. Jamaludin Sakung, S.Pd., M.Kes, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, langkah edukasi bersama Dewan Adat merupakan bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya Buol agar tidak mengalami pergeseran makna di tengah perkembangan zaman.
"Kami sangat mendukung inisiatif ini. Atribut adat bukan sekadar pakaian, tetapi memiliki makna dan aturan yang harus dipahami dengan benar," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan dengan mengenakan pakaian adat, tetapi juga harus disertai pemahaman terhadap filosofi dan aturan yang melekat pada setiap atribut tersebut. Karena itu, keterlibatan Dewan Adat Buol dinilai sangat penting dalam memberikan penjelasan yang benar dan sesuai dengan tradisi.
Rencana kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat Buol di perantauan, khususnya generasi muda, agar lebih menghargai dan menjaga keaslian budaya daerahnya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan antara organisasi perantau dengan lembaga adat di daerah asal.
Melalui kolaborasi ini, IKIB berharap penggunaan atribut adat Buol ke depan dapat dilakukan secara lebih tepat, bermakna, dan tetap menjaga nilai-nilai luhur budaya yang diwariskan oleh para leluhur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....