Peran IKIB dalam Sejarah dan Budaya Masyarakat Buol

  • 26 Jun 2026 04:58 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Ikatan Keluarga Indonesia Buol (IKIB) memiliki catatan penting dalam perjalanan sejarah masyarakat Buol, khususnya dalam perjuangan pemekaran Kabupaten Buol dari Kabupaten Tolitoli. Organisasi yang lahir sebagai wadah persatuan masyarakat Buol ini menjadi salah satu bagian dari semangat kolektif para tokoh dan masyarakat dalam memperjuangkan terbentuknya daerah otonom baru.

IKIB berdiri pada tahun 1997 dan dipelopori oleh almarhum Ir. Karimbowo bersama sejumlah tokoh masyarakat Buol terdahulu. Pada awal pembentukannya, organisasi ini tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya masyarakat Buol, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi, menyatukan gagasan, serta menguatkan perjuangan agar Buol dapat berdiri sendiri sebagai sebuah kabupaten yang memiliki kewenangan mengatur pembangunan daerahnya.

Perjalanan panjang tersebut menjadi bukti bahwa pemekaran Kabupaten Buol tidak terlepas dari peran masyarakat dan organisasi sosial yang menjadi penggerak perjuangan. IKIB hadir sebagai wadah komunikasi antarwarga Buol, baik yang berada di daerah asal maupun di perantauan, dengan tujuan menjaga persaudaraan sekaligus memperjuangkan cita-cita bersama.

Ketua Umum PB IKIB Syamsudin R Kuntuamas periode 2025–2030 mengatakan, sejarah perjuangan IKIB harus terus dikenang oleh generasi muda sebagai bagian dari identitas masyarakat Buol. Menurutnya, organisasi ini lahir dari semangat para pendahulu yang memiliki kepedulian besar terhadap kemajuan daerah dan masyarakat Buol.

"IKIB bukan hanya organisasi tempat berkumpul, tetapi memiliki sejarah panjang sebagai wadah perjuangan dan pemersatu masyarakat Buol. Semangat para pendahulu yang telah memperjuangkan pemekaran harus menjadi nilai yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya," ujarSyamsudin.

Selain menjaga sejarah perjuangan, IKIB juga kini menghadapi tantangan lain, yakni menjaga keberlangsungan budaya dan bahasa daerah Buol di kalangan generasi muda, terutama mereka yang tumbuh di tanah rantau seperti Kota Palu. Perkembangan zaman dan lingkungan sosial membuat penggunaan bahasa daerah mulai berkurang dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pengurus IKIB terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan organisasi. Salah satunya dengan mengajak para orang tua membawa anak-anak mereka dalam pertemuan rutin bulanan, sehingga generasi muda dapat mengenal budaya, tradisi, serta bahasa daerah Buol secara langsung.

Dalam setiap kegiatan organisasi, penggunaan bahasa Buol juga terus didorong sebagai bentuk pelestarian identitas budaya. Bahkan dalam rapat dan pertemuan internal, anggota organisasi diimbau menggunakan bahasa daerah ketika menyampaikan pendapat agar bahasa Buol tetap hidup dan tidak kehilangan penuturnya di kalangan generasi muda.

Melalui peran sejarah dan komitmen pelestarian budaya, IKIB berharap masyarakat Buol di mana pun berada tetap memiliki ikatan kuat dengan daerah asalnya. Organisasi ini tidak hanya menjadi pengingat perjuangan masa lalu, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga nilai budaya, bahasa, dan persaudaraan masyarakat Buol di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....