Kerajinan Sigi Jadi Daya Tarik Wisata
- 10 Mei 2026 05:11 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Kabupaten Sigi terus mengembangkan potensi UMKM kerajinan khas daerah sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif dan daya tarik wisata lokal. Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi, Sakinah Qulub, S.Pd.,M.Pd. menyampaikan bahwa berbagai kerajinan lokal kini mulai dibina dan dipromosikan lebih luas kepada masyarakat.
Berbagai produk kerajinan khas yang berkembang di Sigi di antaranya kerajinan kulit kayu dari Kulawi, kerajinan kayu berupa jam tangan di Biromaru, hingga kerajinan sapu lidi dan piring lidi dari Kecamatan Tanambulava. Produk-produk tersebut dinilai memiliki nilai ekonomi sekaligus ciri khas budaya yang dapat menarik perhatian wisatawan.
“Kalau berbicara tentang kerajinan di Sigi memang ada beberapa yang sementara kami data dan bina, seperti kerajinan kulit kayu di Kulawi, kerajinan kayu berupa jam tangan di Biromaru, sampai kerajinan sapu lidi dan piring lidi di Tanambulava,” ujarnya.
Selain kerajinan, Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi juga tengah merancang pengembangan identitas kuliner di 16 kecamatan. Setiap kecamatan diharapkan memiliki satu ciri khas kuliner maupun kerajinan yang dapat dikenal luas masyarakat. Konsep tersebut dinilai mampu memperkuat identitas daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
Pentingnya menghubungkan potensi kerajinan dengan sektor pariwisata. Kerajinan khas dinilai dapat menjadi pelengkap destinasi wisata seperti Hutan Ranjuri di Desa Walatana, serta memperkuat citra daerah melalui festival budaya dan kuliner yang rutin digelar pemerintah daerah.
Ke depan, Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi berencana menghadirkan berbagai festival daerah, termasuk Festival Danau Lindu dan festival kuliner yang melibatkan pelaku UMKM lokal. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat memperluas promosi produk khas Sigi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....