Tambang Ilegal Diduga Rusak Warisan Megalit Dongi Dongi
- 18 Apr 2026 17:31 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Aktivitas pertambangan ilegal di sekitar wilayah Dongi-Dongi, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, diduga menjadi salah satu ancaman serius terhadap keberadaan situs megalit di kawasan tersebut. Dugaan ini mencuat setelah ditemukan kerusakan pada sejumlah struktur megalit yang sebelumnya belum sempat diteliti secara mendalam.
Situs megalit yang memiliki nilai sejarah tinggi tersebut kini berada dalam kondisi rentan akibat tekanan aktivitas manusia yang tidak terkendali. Selain berpotensi merusak warisan budaya, aktivitas pertambangan ilegal juga dikhawatirkan memicu kerusakan lingkungan seperti longsor dan degradasi lahan.
Budayawan Sulawesi Tengah, Yonatan Tokii, menduga bahwa perusakan situs megalit tidak lepas dari aktivitas pertambangan yang berlangsung di sekitar lokasi. Ia menilai minimnya pemahaman masyarakat terhadap nilai budaya megalit turut memperparah kondisi tersebut.
“Kemungkinan besar perusakan ini ada kaitannya dengan aktivitas tambang, ditambah kurangnya sosialisasi tentang pentingnya situs megalit kepada masyarakat sekitar, sehingga tidak ada kesadaran untuk menjaga,"ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Adat Pitunggota Ngata Kaili Provinsi Sulawesi Tengah, Alfred Kabo, menyerukan perlunya penertiban terhadap aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Dongi-Dongi dan sekitarnya. Ia menegaskan bahwa langkah ini penting untuk mencegah kerusakan yang lebih luas, baik terhadap lingkungan maupun situs budaya.
“Kami meminta pemerintah segera menertibkan aktivitas pertambangan ilegal, karena selain merusak lingkungan, juga mengancam keberadaan situs megalit yang menjadi warisan leluhur kita,"pintanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah, khususnya Dinas Kebudayaan, untuk segera melakukan survei dan penelitian lanjutan. Upaya ini dinilai krusial guna menginventarisasi keberadaan situs megalit serta menetapkan langkah perlindungan yang tepat.
Menurutnya, tanpa data dan perlindungan yang jelas, situs-situs megalit akan semakin rentan terhadap kerusakan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, lembaga adat, dan masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya di Sulawesi Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....