Situs Megalit Dongi-Dongi Dirusak, Tokoh Adat Prihatin

  • 18 Apr 2026 16:09 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Perusakan situs megalit yang ditemukan di Desa Dongi-Dongi, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu, menuai keprihatinan dari berbagai kalangan, khususnya tokoh adat setempat. Situs yang diduga memiliki nilai sejarah tinggi tersebut dilaporkan mengalami kerusakan akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab.

Keberadaan situs megalit Dongi-Dongi sebelumnya menjadi perhatian karena dinilai sebagai bagian penting dari jejak peradaban masa lampau di wilayah Sulawesi Tengah. Namun, belum sempat diteliti secara mendalam, situs tersebut justru mengalami kerusakan yang cukup memprihatinkan.

Tokoh adat dan budayawan Sulawesi Tengah, Yonatan Tokii, menyayangkan tindakan perusakan tersebut karena dinilai mencederai nilai-nilai budaya dan sejarah leluhur. Ia menegaskan bahwa situs megalit bukan sekadar benda purbakala, melainkan simbol identitas dan warisan budaya yang harus dijaga bersama.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini, karena situs seperti ini adalah bukti nyata perjalanan sejarah nenek moyang kita. Jika dibiarkan rusak, maka generasi mendatang akan kehilangan jejak identitasnya,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Dewan Adat Pitunggota Ngata Kaili Provinsi Sulawesi Tengah, Alfred Kabo yang menilai perlu adanya langkah tegas terhadap pelaku perusakan. Ia menekankan pentingnya penegakan hukum serta kemungkinan penerapan sanksi adat sebagai bentuk efek jera.

"Perusakan situs budaya tidak bisa dianggap sepele. Kami mendorong pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas, bahkan jika perlu dikenakan sanksi adat agar ada pembelajaran bagi masyarakat,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap situs budaya masih menghadapi berbagai tantangan di daerah. Minimnya pengawasan dan kesadaran masyarakat menjadi faktor yang turut memicu kerentanan terhadap kerusakan situs bersejarah.

Para tokoh adat berharap adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga adat untuk menjaga serta melestarikan situs-situs budaya yang ada. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting agar nilai sejarah dan budaya dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....