Tari Rejang Renteng, Tarian Sakral Umat Hindu

  • 18 Apr 2026 04:52 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Tarian sakral kembali mewarnai setiap rangkaian kegiatan umat Hindu, khususnya dalam pelaksanaan upacara adat seperti Melaspas Merajan atau pendirian bangunan pura keluarga di lingkungan rumah masing-masing. Kehadiran tarian ini tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam dalam menyucikan dan mengiringi jalannya prosesi keagamaan.

Dalam tradisi umat Hindu, Melaspas Merajan merupakan salah satu upacara penting yang bertujuan untuk membersihkan serta mensucikan bangunan suci sebelum digunakan sebagai tempat persembahyangan. Prosesi ini biasanya diiringi dengan berbagai unsur budaya, salah satunya adalah tarian sakral yang ditampilkan dengan penuh kekhusyukan.

Pelatih tari, Kadek Asih, menjelaskan bahwa tarian sakral memiliki peran penting dalam setiap pelaksanaan upacara adat. Menurutnya, tarian ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari persembahan yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Tarian ini sakral dalam sebuah acara, fungsinya untuk mengiringi sekaligus memeriahkan prosesi adat yang berlangsung,” ungkapnya.

Ia menambahkan, gerakan dalam tarian sakral tersebut sarat akan makna filosofis dan spiritual, yang mencerminkan keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan. Oleh karena itu, para penari dituntut untuk tidak hanya menguasai teknik gerakan, tetapi juga memahami nilai-nilai religius yang terkandung di dalamnya.

Para penari yang terlibat dalam pementasan ini berasal dari komunitas Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) yang ada di Kota Palu. Dengan penuh dedikasi, mereka rutin berlatih guna menjaga kelestarian budaya sekaligus mendukung kelancaran setiap kegiatan adat umat Hindu.

Kehadiran komunitas WHDI dalam setiap upacara adat juga menjadi wujud nyata peran perempuan dalam melestarikan seni dan tradisi keagamaan. Mereka tidak hanya berperan sebagai penari, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Melalui tarian sakral ini, umat Hindu di Kota Palu terus berupaya menjaga keseimbangan antara tradisi, budaya, dan spiritualitas. Tarian tersebut diharapkan tetap lestari dan terus menjadi bagian tak terpisahkan dalam setiap pelaksanaan upacara adat di masa yang akan datang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....