Harmoni Silaturahmi hari Raya Nyepi dan Ngembak Geni

  • 21 Mar 2026 05:44 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Tradisi saling silaturahmi dan toleransi antarumat beragama kembali terlihat hangat dalam perayaan Hari Raya Nyepi di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Meski Nyepi identik dengan suasana hening dan penuh perenungan, nilai kebersamaan justru semakin terasa, terutama saat umat Hindu menjalani rangkaian hari raya tersebut di tengah masyarakat yang beragam.

Berdasarkan pantauan di lapangan, suasana lingkungan tempat tinggal umat Hindu di Palu tampak kondusif selama pelaksanaan Nyepi. Aktivitas masyarakat sekitar turut menyesuaikan, dengan menjaga ketenangan dan menghormati umat Hindu yang menjalankan Catur Brata Penyepian.

Selama pelaksanaan Nyepi, umat Hindu di Palu menjalankan ibadah dengan penuh khidmat, sementara masyarakat sekitar yang berbeda keyakinan turut berperan menjaga suasana tetap hening. Bentuk toleransi ini terlihat dari minimnya aktivitas yang berpotensi mengganggu, serta adanya kesadaran bersama untuk saling menghormati.

Suasana kebersamaan semakin terasa pada perayaan Ngembak Geni, yakni sehari setelah Nyepi. Sejumlah warga mulai saling mengunjungi rumah tetangga dan kerabat, baik sesama umat Hindu maupun warga dari agama lain, dalam suasana penuh kehangatan.

Momentum Ngembak Geni dimanfaatkan sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan. Warga tampak saling berjabat tangan, berbincang santai, hingga menikmati hidangan sederhana bersama sebagai simbol kebersamaan yang terjalin harmonis.

Defni salah seorang warga Kleurahan Lasoani, mengungkapkan bahwa dirinya merasa senang dapat ikut bersilaturahmi dengan tetangga yang merayakan Nyepi.

“Saya datang untuk menjaga hubungan baik sebagai tetangga. Walaupun berbeda keyakinan, kami tetap saling menghormati dan saling mengunjungi di momen seperti Ngembak Geni ini,” ujarnya.

Dengan semangat silaturahmi dalam perayaan Nyepi dan Ngembak Geni, masyarakat di Kota Palu kembali menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun persatuan. Harmoni yang terjalin ini diharapkan terus terjaga dan menjadi contoh nyata toleransi antarumat beragama di Indonesia. (WRN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....