HUT WHDI Parigi Moutong Meriah, Rejang Massal Satukan Umat

  • 15 Feb 2026 16:27 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Parigi Moutong Peringatan Hari Ulang Tahun Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Parigi Moutong berlangsung meriah dan penuh khidmat dengan dihadiri Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, S.Kom, sejumlah pimpinan OPD/SKPD, tokoh agama, serta masyarakat Hindu dari berbagai kecamatan. Pemerintah daerah menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut sebagai bentuk penguatan peran perempuan Hindu dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

Dalam rangkaian acara, dilakukan penyerahan sertifikat rumah ibadah oleh Bupati sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam memperhatikan hak legalitas kepemilikan lahan untuk fasilitas umum khususnya rumah ibadah, khususnya pura yang tersebar di wilayah Parigi Moutong. Penyerahan ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan rasa aman dan nyaman umat dalam beribadah.

Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan adalah tari Rejang Sakeh massal yang diikuti sekitar 300 peserta perempuan Hindu dari wilayah Moutong hingga Maleali. Tarian sakral ini menjadi simbol persatuan, kebersamaan, serta bakti wanita Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan legislatif. DPRD Sulawesi Tengah melalui Komisi IV menilai acara ini sangat positif karena melibatkan masyarakat luas serta tokoh-tokoh agama dan adat. Selain sebagai perayaan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi tentang peran seorang ibu dalam membina, mengayomi, dan melindungi keluarga agar terwujud keluarga yang harmonis dan sejahtera.

Ketua Komisi IV DPR Provinsi Sulawesi Tengah, I Nyoman Slamet, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi atas suksesnya pelaksanaan HUT WHDI Kabupaten Parigi Moutong.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mampu menyatukan perempuan Hindu dari berbagai kecamatan dalam satu semangat kebersamaan. Tari Rejang massal yang melibatkan ratusan peserta menunjukkan kuatnya solidaritas serta komitmen wanita Hindu dalam menjaga nilai-nilai budaya dan keagamaan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa WHDI memiliki peran strategis dalam pembangunan karakter keluarga dan masyarakat.

“Peran ibu sangat menentukan kualitas generasi mendatang. Melalui organisasi WHDI, para perempuan Hindu dapat saling menguatkan dalam mendidik anak, menjaga keharmonisan keluarga, serta berkontribusi bagi pembangunan daerah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nyoman Slamet berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi contoh bagi organisasi perempuan lainnya di Sulawesi Tengah maupun tingkat nasional.

Peringatan HUT WHDI Kabupaten Parigi Moutong tahun ini pun dinilai berhasil mempererat persatuan umat Hindu sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, dan lembaga legislatif dalam membangun masyarakat yang rukun, religius, dan berbudaya. (AR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....