Urutan Makanan dalam Table Manner, Jangan sampai Keliru!
- 22 Agt 2024 17:56 WIB
- Palu
KBRN, Palu : Table manner atau etika makan adalah serangkaian aturan dan tata cara yang berlaku saat kita duduk dan menikmati hidangan di meja makan. Memahami etika makan yang baik bukan hanya membuat kita terlihat sopan, tetapi juga menghargai sesama tamu atau orang di sekitar.
Salah satu aspek penting dalam table manner adalah urutan penyajian makanan. Secara umum, urutan penyajian makan terbagi menjadi appetizer (makanan pembuka), main course (hidangan utama), dan dessert (makanan penutup).
Dikutip dari laman IDN Times, berikut karakteristik masing-masing makanan dalam istilah table manner.
1. Appetizer (hidangan pembuka)
Hidangan pembuka atau appetizer adalah makanan ringan yang disajikan di awal sebelum hidangan utama. Tujuannya adalah untuk merangsang selera makan dan memberikan pengalaman rasa yang menyenangkan.
Beberapa contoh hidangan pembuka ialah sup, salad, atau makanan kecil seperti bruschetta atau shrimp cocktail. Hidangan pembuka disajikan dalam porsi kecil, biasanya dalam satu hingga dua gigitan, dengan berat kisaran 50-75 gram agar tidak membuat perut kenyang sebelum menikmati hidangan utama.
2. Main course (hindangan utama)
Main course atau hidangan utama adalah bintang dalam sebuah jamuan makan. Hidangan ini cenderung lebih berat dan mengenyangkan dibandingkan hidangan pembuka karena bisa mencapai 175-225 gram.
Hidangan utama bisa berupa lauk dengan berbagai macam pelengkap seperti sayuran atau kentang. Jenis lauk yang digunakan dalam hidangan utama sangat bervariasi.
Biasanya, daging, ayam, dan domba yang banyak ditemui. Selain daging, seafood seperti ikan, udang, lobster, atau salmon juga sering dijadikan pilihan untuk main course.
Saat menyantap hidangan utama, Anda akan menggunakan garpu dan pisau yang lebih besar. Pastikan untuk memotong makanan dalam ukuran yang cukup kecil agar mudah dimakan dan tetap terlihat elegan.
3. Dessert (hidangan penutup)
Setelah hidangan utama, urutan makanan dalam table manner diakhiri dengan dessert atau dikenal dengan pencuci mulut. Fungsinya adalah untuk menyegarkan mulut setelah menikmati hidangan utama.
Dessert disajikan dalam porsi sedang yang bobotnya bisa mencapai 100-120 gram. Pada mulanya, dessert hanya berupa potongan buah segar, namun seiring waktu, dessert mulai berinovasi menjadi beberapa jenis.
Pastikan untuk tetap menjaga sikap sopan dan menikmati setiap gigitan dengan perlahan. Hidangan penutup juga menjadi momen yang tepat untuk berbincang santai dengan teman di meja makan.
Itulah urutan makanan dalam table manner yang penting untuk diketahui. Selain memahami urutan penyajian makanan, penting juga untuk selalu menjaga sikap di atas meja makan untuk menghormati tamu undangan yang lainnya. (NDL)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....