Stop Body Shaming pada Sesama
- 25 Mei 2024 12:14 WIB
- Palu
KBRN - Palu: Body shaming adalah perilaku yang merendahkan atau mengejek seseorang berdasarkan penampilan fisik mereka, terutama terkait dengan bentuk tubuh, ukuran, berat badan, atau fitur fisik lainnya. Ini bisa terjadi dalam berbagai konteks, termasuk di media sosial, di tempat kerja, di lingkungan sosial, atau bahkan di dalam keluarga.
Perilaku body shaming dapat berupa komentar negatif langsung tentang penampilan seseorang, penggunaan kata-kata merendahkan, atau bahkan tekanan psikologis untuk memenuhi standar kecantikan atau tubuh tertentu. Body shaming juga dapat terjadi secara tidak langsung melalui stereotip budaya yang mempromosikan citra tubuh yang sempurna atau melalui media yang menyajikan standar kecantikan yang tidak realistis.
Dampak dari body shaming bisa sangat merugikan secara emosional dan mental bagi individu yang menjadi sasaran. Ini dapat menyebabkan penurunan harga diri, kecemasan, depresi, gangguan makan, dan masalah kesehatan mental lainnya.
Selain itu, body shaming juga dapat mempengaruhi hubungan sosial seseorang dan mengganggu kesejahteraan secara keseluruhan.
Penting untuk menyadari dampak negatif dari perilaku body shaming dan untuk mempromosikan budaya yang menghargai keragaman tubuh dan mengedepankan rasa hormat terhadap semua bentuk tubuh. Menggalakkan kesadaran akan pentingnya penerimaan diri dan mendorong pola pikir yang positif tentang tubuh dapat membantu mengurangi prevalensi body shaming dalam masyarakat.
Menurut Help Guide, cara mengatasi body shaming adalah dengan mengubahnya menjadi body positivity atau sikap menerima dan mencintai diri sendiri, khususnya berkaitan dengan kondisi fisik yang dimiliki, seperti:
1. Membangun perasaan mencintai diri sendiri.
2. Mengubah perkataan negatif terhadap diri sendiri atau negative self-talk menjadi lebih positif.
3. Membatasi waktu untuk menggunakan media sosial karena bisa meningkatkan perasaan cemas, kesepian, hingga ketidakpuasan terhadap diri sendiri.
4. Membangun kebiasaan makan yang baik atau mindful eating.
5. Mencari bantuan dari orang yang dipercaya, termasuk dari tenaga kesehatan profesional, untuk mendapatkan dukungan serta meluapkan perasaan.
Mengetahui apa itu body shaming sangatlah penting mengingat banyak orang melakukannya tanpa sadar atau tanpa adanya niat untuk menyakiti perasaan orang lain. Meskipun begitu, perkataan yang dilontarkan bisa memberikan dampak buruk untuk korban, khususnya untuk kesehatan mental. (MUJ)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....