Kabut Asap Mengancam Kesehatan, Kenali Cara Melindungi Kelompok Rentan

  • 06 Okt 2026 20:42 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan. Paparan asap secara terus-menerus dapat memengaruhi kondisi kesehatan hingga menimbulkan gangguan yang lebih serius.

Asap kebakaran mengandung berbagai partikel kimia dan gas beracun yang dapat mengganggu sistem pernapasan. Dampak paparan kabut asap antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Atas atau ISPA, iritasi mata, penyakit kulit, memburuknya kondisi asma, serta risiko infeksi paru-paru atau pneumonia.

Untuk mengurangi paparan polutan, aktivitas di luar ruangan perlu dibatasi apabila tidak terdapat keperluan mendesak. Saat harus berada di luar rumah, penggunaan masker seperti N95 atau masker medis menjadi bagian dari perlindungan, sementara konsumsi air putih, menjaga kebersihan ruangan dengan menutup pintu dan jendela, mencuci tangan menggunakan sabun, serta mengonsumsi makanan bergizi dan beristirahat cukup termasuk dalam langkah perlindungan umum.

Pada kelompok lansia, perlindungan dapat dilakukan dengan menghindari aktivitas di luar rumah pada pagi hari ketika konsentrasi polutan dapat lebih tinggi. Menggunakan pakaian lengan panjang dan masker ketika berada di luar, melakukan olahraga ringan di dalam rumah, memperbanyak minum air hangat, serta mengonsumsi makanan yang mengandung serat dan vitamin C, D, E, serta zinc dari buah, sayuran hijau, kacang-kacangan, ikan, dan susu rendah lemak.

Anak-anak juga termasuk kelompok yang lebih rentan karena memiliki frekuensi bernapas lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Perlindungan dilakukan dengan membatasi waktu bermain di luar ruangan, menggunakan masker dengan ukuran yang sesuai ketika keluar rumah, membiasakan mencuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas, memantau gejala seperti batuk, pilek, mata merah atau sesak napas, serta memberikan makanan bernutrisi seperti buah, sayuran, telur, ikan, susu, dan yogurt.

Sementara itu, ibu hamil perlu mengurangi paparan udara kotor dan menghindari ruangan yang dipenuhi asap, menggunakan masker saat berada di luar rumah atau tempat umum, mencukupi waktu istirahat dan menghindari stres, serta melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala. Asupan makanan juga perlu diperhatikan melalui konsumsi protein, sayuran hijau, buah tinggi vitamin C, biji-bijian, kacang-kacangan, dan susu khusus ibu hamil, sementara makanan cepat saji, gorengan berlemak tinggi, makanan tinggi gula dan garam, minuman bersoda, asap rokok, serta konsumsi minuman berkafein secara berlebihan perlu dihindari saat kualitas udara buruk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....