Kapan Waktu yang Tepat untuk Makan Nasi Goreng?

  • 18 Sep 2026 15:10 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Nasi goreng menjadi salah satu menu yang kerap dikonsumsi masyarakat Indonesia, termasuk pada malam hari. Namun, porsi makanan dan jarak antara waktu makan dengan waktu tidur perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang mudah mengalami keluhan pencernaan atau refluks.

Dilansir dari Halodoc, mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat meningkatkan kemungkinan munculnya keluhan seperti begah, kembung, maupun gejala refluks pada sebagian orang.

Nasi goreng umumnya menggunakan nasi sebagai sumber karbohidrat, sementara proses memasaknya dapat melibatkan minyak, kecap, garam, dan bahan tambahan lainnya. Bergantung pada bahan dan porsinya, satu porsi nasi goreng dapat menyumbang asupan kalori, lemak, dan natrium yang cukup tinggi.

Halodoc menyarankan adanya jeda sekitar dua hingga tiga jam antara waktu makan terakhir dan waktu tidur. Jeda tersebut dimaksudkan agar makanan memiliki waktu untuk diproses sebelum seseorang berbaring.

Jika memilih nasi goreng sebagai menu makan malam, porsi dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Komposisi makanan juga dapat dibuat lebih beragam dengan menambahkan sayuran serta sumber protein seperti telur atau ayam.

Cara memasak turut menentukan kandungan makanan. Penggunaan minyak, garam, kecap, dan bahan tambahan lainnya dapat disesuaikan agar jumlah lemak dan natrium dalam makanan tidak berlebihan.

Pada orang yang rentan mengalami refluks, makan dalam jumlah besar kemudian segera berbaring dapat memicu keluhan seperti rasa panas di dada atau sensasi asam hingga pahit di tenggorokan.

Dengan demikian, konsumsi nasi goreng pada malam hari tidak serta-merta harus dihindari. Perhatian utama adalah jumlah porsi, bahan yang digunakan, cara pengolahan, serta memberikan jeda yang cukup antara makan dan waktu tidur.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....