Lentera Sastra Untad Wadah Asah Keterampilan Digital dan Akademik

  • 16 Sep 2026 20:07 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Dunia literasi modern saat ini tidak lagi terbatas hanya pada aktivitas membaca dan menulis teks konvensional. Menjawab tantangan perkembangan industri kreatif dan media, Komunitas Lentera Sastra (Lensa) di bawah naungan Ikama Basra FKIP Universitas Tadulako (Untad) menerapkan pemetaan minat mahasiswa ke dalam empat divisi keahlian atau yang mereka sebut sebagai "empat pena".

Keempat pena pembinaan tersebut terdiri atas Divisi Jurnalistik, Divisi Kepenulisan, Divisi Fotografi, serta Divisi Desain Digital. Skema penjurusan ini dirancang agar para anggota tidak hanya mahir dalam berolah kata, tetapi juga terampil mengemas konten secara visual, menguasai teknik jurnalistik, serta adaptif terhadap kemajuan era komunikasi digital.

Pada Divisi Jurnalistik, anggota dilatih melakukan riset lapangan, teknik wawancara, hingga pelaporan langsung (live reporting). Sementara Divisi Kepenulisan berfokus pada pengasahan kreativitas penulisan karya sastra dan artikel opini. Di sisi lain, Divisi Fotografi dan Desain Digital memegang peranan krusial dalam menciptakan tata letak visual serta konten media sosial yang menarik.

Anggota Lensa, Afifah Mufidah Fadhla, mengatakan keterampilan digital menjadi salah satu alasan dirinya memilih Divisi Desain. Menurutnya, kemampuan tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

"Melihat situasi sekarang, dunia digital dan editing sangat dibutuhkan di masa depan. Atas saran orang tua dan dorongan pribadi, saya masuk divisi desain untuk mempelajari cara mendesain dalam dunia digital," terang Afifah saat menjadi narasumber dalam siaran Jaga Malam di RRI Pro 2 Palu.

Selain keterampilan teknis, aktivitas organisasi juga dinilai membantu mahasiswa dalam menjalani perkuliahan. Anggota Lensa, Nafia, mengatakan pengalaman mengikuti kegiatan di komunitas membuatnya lebih terbiasa mengerjakan tugas yang berkaitan dengan kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.

"Dampaknya ke pendidikan sangat berpengaruh. Di perkuliahan kami ada mata kuliah literasi menyimak, mendengar, berbicara, dan membaca. Karena sudah terbiasa di Lensa, ketika dosen memberikan tugas kami bisa lebih enjoy menyelesaikannya," tutur Nafia.

Melalui empat divisi tersebut, Lensa tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat di bidang sastra dan kepenulisan, tetapi juga menjadi wadah untuk meningkatkan keterampilan jurnalistik dan media digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....