Atasi Kenaikan Suhu, DLH Palu Dorong Gerakan Satu Rumah Satu Pohon

  • 12 Sep 2026 18:06 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu mengakui masih menghadapi keterbatasan sumber daya dan personel dalam mengawasi dokumen serta kepatuhan lingkungan para pelaku usaha. Kondisi tersebut menjadi tantangan di tengah meningkatnya aktivitas pembangunan dan pertumbuhan sektor komersial yang membutuhkan pengawasan agar tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Kepala DLH Kota Palu, Mohamad Arif, S.STP., M.Si., mengatakan persoalan lingkungan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, persoalan seperti meningkatnya suhu udara dan berkurangnya tutupan lahan hijau membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk melalui langkah sederhana yang dapat dimulai dari lingkungan keluarga.

Sebagai salah satu upaya menghadapi fenomena urban heat island atau pulau panas perkotaan, DLH mendorong gerakan penanaman satu pohon di setiap rumah. Langkah tersebut dinilai dapat menambah ruang hijau privat sekaligus membantu menciptakan lingkungan permukiman yang lebih teduh.

Mohamad Arif menjelaskan, pemerintah memiliki keterbatasan dalam melakukan intervensi langsung terhadap lahan privat milik masyarakat.

“Pemerintah ini tidak bisa mengintervensi langsung kalau itu di lingkungan rumah tangga,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan penghijauan di sejumlah ruang publik, seperti jalur hijau, median jalan, dan taman kota. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup tanpa partisipasi masyarakat.

“Yang bisa kita intervensi untuk melakukan penanaman itu di areal publik. Contoh misalnya di jalan, di taman. Tapi kan ini tidak cukup untuk kemudian menghijaukan, tidak cukup untuk membuat lebih teduh Kota Palu kalau masyarakatnya tidak ikut,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....