Rasulullah Jadi Teladan Bangun Keluarga Sakinah
- 08 Sep 2026 10:58 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Kehidupan keluarga Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu teladan penting bagi umat Islam dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan berlandaskan ajaran Islam. Hal tersebut disampaikan Ustazah Hj. Harnia, S.Ag., dalam program Mutiara Pagi Islami, Kamis 3 September 2026.
Ustazah Harnia menjelaskan, Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang mencintai dan memperlakukan keluarganya dengan baik. Keteladanan tersebut dapat menjadi landasan bagi pasangan dalam membangun kehidupan rumah tangga.
“Nabi itu sangat mencintai dan sangat baik kepada keluarganya. Khairukum khairukum li ahli, wa ana khairukum li ahli. Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya,” ujarnya.
Menurut Ustazah Harnia, kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad SAW juga menunjukkan pentingnya memperlakukan pasangan dengan baik dan bermartabat. Sikap saling menghargai menjadi salah satu unsur penting dalam membangun keluarga yang harmonis.
Selain kepada pasangan, Nabi Muhammad SAW juga dikenal menyayangi anak-anak. Kehangatan, kedekatan, dan komunikasi dalam keluarga menjadi bagian dari keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan rumah tangga.
Ustazah Harnia menegaskan, keluarga sakinah bukan berarti keluarga yang tidak pernah menghadapi persoalan. Perbedaan pendapat dan masalah dalam rumah tangga merupakan hal yang dapat terjadi. Yang terpenting adalah bagaimana pasangan menghadapi dan menyelesaikannya berdasarkan nilai-nilai agama serta komunikasi yang baik.
“Keluarga sakinah itu bukan berarti keluarga yang tidak pernah memiliki masalah. Pasti ada masalah, tetapi bagaimana keluarga tersebut mampu menghadapi masalah dengan nilai-nilai agama dan komunikasi,” jelasnya.
Ia mengatakan, persoalan dalam rumah tangga sebaiknya menjadi kesempatan bagi pasangan untuk saling memahami dan melakukan evaluasi. Dengan mengetahui kekurangan dan ketidaksukaan masing-masing, pasangan dapat berusaha memperbaiki sikap dan membangun hubungan yang lebih baik.
“Ternyata istriku tidak suka yang kayak begini, berarti saya harus merubah. Nah, itu berarti jadi sebuah amalan yang baik,” katanya.
Dalam membangun keluarga Islami, Ustazah Harnia menyebut keimanan kepada Allah SWT sebagai salah satu landasan utama. Menurutnya, rumah tidak hanya menjadi tempat berkumpul bersama keluarga, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menjalankan ibadah, seperti salat, membaca Al-Qur'an, dan berzikir.
“Membangun keluarga itu landasannya adalah agama. Kalau rumah tangga kita tidak dibangun atas pondasi agama, saya kira itu tidak akan bisa bertahan lama,” tuturnya.
Selain keimanan, komunikasi, sikap saling menghargai, kesalingan, dan keadilan juga dinilai penting dalam kehidupan rumah tangga. Ustazah Harnia mengingatkan pasangan untuk meluruskan niat sejak awal pernikahan dengan menjadikan rumah tangga sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.
Menurutnya, menerima kekurangan pasangan bukan berarti membiarkan kekurangan tersebut, tetapi menjadi bagian dari proses untuk saling memperbaiki dan bertumbuh. Dengan landasan agama dan komunikasi yang baik, pasangan diharapkan mampu membangun keluarga yang harmonis serta menjadikan kehidupan Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu teladan dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....